Sistem Starter: Pengertian, Jenis, Komponen, Cara Kerja Starter

Sistem Starter – Seperti yang kita tahu dalam memulai suatu mesin pada kendaraan baik sepeda motor maupun mobil kita selalu menekan atau memutar starting yang berguna agar mesin kendaraan dapat hidup awal. Sistem ini memudahkan pengguna dalam mengoperasikan kendaraan saat proses awal kendaraan. Pada pembahasan kali ini kita akan membahas mengenai sistem strating tersebut yaitu sistem starter. Mari kita simak pembahasan berikut ini:

starter


PENGERTIAN SISTEM STARTER 

Apa yang dimaksud dengan starter? Banyak orang menyebut sistem ini sebagai rangkaian dalam menghidupkan mesin. Anggapan tersebut benar karena kegunaan dari sistem ini sendiri memang untuk mengawali perputaran mesin kendaraan. 

Starter adalah sebuah perangkat yang digunakan untuk menyalakan motor bakar pembakaran dalam saat proses awal sehingga operasi mesin tersebut berputar berada di bawah tenaganya sendiri.

Komponen mesin akan mendapatkan putaran awal melalui bantuan dari flywheel yang dimotori oleh motor starter yang kemudian mesin akan mampu melakukan perputaran dengan sendirinya karena proses pembakaran dalam mesin mulai berjalan. 

Prinsip Kerja Sistem Starter 

Prinsip kerja dari motor starter adalah dengan mengubah energi listrik menjadi energi mekanik. Pada proses ini memanfaatkan kaedah “fleming left hand”, yang berbunyi, “apabila terdapat arus listrik yang mengaliri suatu konduktor, sementara konduktor tersebut terletak dalam medan magnet. Maka konduktor tersebut akan terdorong sesuai garis gaya magnet yang ditunjukan oleh kaedah tangan kiri fleming”. 

starter

Hubungan dari garis gaya magnet, arus listrik dan gaya dorong ditunjukan dalam tiga jari seperti gambar diatas. Pada jari tengah menunjukan arah arus, jari telunjuk menunjukan arah medan magnet, dan jari jempol menunjukan kemana arah gaya dorongan. Dari kaedah tersebut, kemudian disusun sedemikian rupa agar arah berkebalikan, sehingga gaya yang dihasilkan juga berkebalikan.  Karena diletakan pada sebuah poros maka akan menyebabkan gaya putar yang berkesinambungan. 

Prinsip motor starter pada umumnya hampir menyamai prinsip kerja motor generator, bedanya jika pada generator mengubah energi mekanik menjadi listrik sedangkan pada motor starter bekerja sebaliknya yaitu listrik menjadi mekanik.

JENIS-JENIS MOTOR STARTER

Pengambangan dari sistem starter guna mempermudah dan kecepatan proses penyaluran kerja. Dengan semakin berkembangnya teknologi pada kendaraan, maka macam dari cara pengoperasiannya akan semakin mudah. Berikut ini jenis-jenis motor starter:

1. Starter Mekanik

Starter mekanik adalah jenis yang paling sering kita jumpai pada kendaraan motor terutama 2 tak dan beberapa diesel. Starter ini biasanya dalam pengoperasian digerakkan oleh tenaga manusia seperti starter kaki (kick starter) pada sepeda motor, dan slenger pada mesin diesel. 

2. Starter Elektrik

Starter elektrik adalah jenis starter yang mengubah energi arus listrik agar dapat menjalankan sebuah mesin. Starter elektrik banyak diaplikasikan pada sepeda motor dan mobil saat ini karena kemudahan dalam pengoperasian sehingga mesin kendaraan tersebut dapat hidup dan berjalan dengan sekali sentuh atau putar kunci kontak. 

2. Starter Pneumatik

Starter pneumatik adalah jenis starter yang mengubah udara bertekanan menjadi sumber tenaga atau penggeraknya. Biasanya penggunaan dari starter pneumatic diaplikasikan pada kapal laut, karena mesin pada kendaraan tersebut cukup besar.

TIPE-TIPE MOTOR STARTER

Secara umum, terdapat tiga jenis motor starter. Berikut ini merupakan tipe-tipe dari motor starter: 

1. Sistem Starter Tipe Konvensional 

Sistem starter tipe konvensional, pada prinsip kerja memanfaatkan satu buah pinion gear yang akan terhubung ke flywheel ketika drive lever digerakan oleh pull in coil. Sistem starter tipe ini tergolong memiliki konstruksi yang sederhana tetapi memiliki tenaga yang standar. 

2. Sistem Starter Tipe Reduksi 

Pada sistem starter tipe reduksi memiliki gigi tambahan yang berfungsi sebagai pereduksi putaran. Putaran starter direduksi bertujuan untuk menghasilkan momen puntir yang kuat. Penggunaan tipe ini cocok untuk mesin-mesin yang memiliki kompresi yang tinggi seperti mesin diesel. Kelebihan sistem ini juga didesain lebih kecil dari tipe konvensional. 

3. Sistem Starter Tipe Planetary 

Sistem starter tip ini pada prinsipnya sama dengan sistem starter tipe reduksi dengan perbedaan terletak pada roda gigi tambahan yang berbentuk planetary atau memutar. Keuntungannya adalah daya reduksi sistem starter planetary lebih baik sehingga ukuran armature coil dapat diperkecil

KOMPONEN SISTEM STARTER

Motor starter tentunya memiliki berbagai macam komponen didalamnya dalam kerjanya. Adapun komponen dari motor starter diantaranya adalah sebagai berikut: 

starter

1. Field Coil 

Komponen field coil terbuat dari tembaga yang dililitkan pada inti motor starter. Field coil memilik fungsi dalam membangkitkan medan magnet pada motor starter. 

2. Jangkar/Armature 

Pada komponen ini terdapat komutator yang bersentuhan langsung dengan brush (sikat) yang berfungsi sebagai terminal armature. Fungsi dari komponen ini untuk merubah arus listrik menjadi energi mekanik atau sebagai penghasil momen putar. Pada setiap ujung dari armature terdapat bearing yang berfungsi menopangnya agar dapat berputar stabil diantara pole core. 

3. Brush

Brush atau sikat, komponen ini terbuat dari tembaga lunak yang berfungsi meneruskan arus listrik dari field coil ke armature melalui komutator. Pada brush di sistem starter memiliki dua jenis, yaitu brush positive dan brush negative. Komponen brush selalu terhubung langsung dengan komutator karena efek tekan pegas. Perawatandari brush ini adalah karena terbuat dari bahan tembaga lunak, maka nantinya akan bisa habis dan motor starter tidak dapat berputar sehinga perlu diganti brush. 

4. Yoke dan Pole Core 

Komponen yoke terbuat dari logam berbentuk silinder dan berfungsi sebagai tempat untuk mengikatkan pole core. Sedangkan pole core berfungsi sebagai penopang dan penguat medan magnet yang ditimbulkan oleh field coil. 

5. Armature Brake

Komponen armature brake berfungsi memperlambat laju putaran armature setelah terlepas oleh perkaitan dengan roda penerus. 

6. Starter Clutch 

Komponen starter clutch berfungsi memindahkan momen putar ke roda penerusnya. Ketika roda penerus cenderung memutarkan pinion gear, maka starter clutch berfungsi sebagai pengaman armature coil. 

7. Magnetic Switch

Komponen magnetic switch berfungsi menghubungkan pinion gear ke roda penerus, serta berguna untuk melepaskan pinion gear dari roda penerus. Pada komponen ini juga mengalirkan arus listrik ke sirkuit motor starter melalui terminal utama. 

8. Driver Lever 

Komponen drive lever berfungsi mendorong pinion gear ke arah posisi yang berkaitan dengan roda penerus. Pada komponen ini, dapat melepaskan komponen pinion gear yang terkait oleh roda penerus saat mesin sudah menyala. Saat proses mendorong dan melepaskan ini dibantu juga dengan magnetic switch, sehingga fungsi dari komponen ini dapat bekerja dengan baik. 

CARA KERJA SISTEM STARTER

Pada dasarnya cara kerja sistem starter tidak terlalu rumit, namun perlu adanya suatu rangkaian gerakan dari satu komponen ke komponen lainnya. Dalam hal ini, prinsip kerja yang digunakan adalah perubahan energi dari listrik menjadi energi putar atau kinetik ke seluruh komponen mesin. Di sinilah sistem starter mobil berjalan. 

Cara kerja dari sistem starter ini bermula dari posisi pemutaran kunci kontak menuju kondisi ST atau starting. Hal ini akan mengakibatkan arus listrik dari baterai akan mengalir ke terminal 50 pada switch magnet, yang kemudian daya positif baterai akan menuju ke terminal 30 pada magnet. Dari kedua hal tersebut memulai rangkaian plunyer pada solenoid (switch magnet). Komponen Plunger itulah yang akan mendorong garpu pendorong mesin yang berdekatan dengan pinion gear. Di sinilah proses starter akan dilanjutkan dengan pergerakan pinion untuk menyalurkan perputaran pada dinamo ke gigi flywheel. Setelah mencapai tahap ini, maka mesin akan segera hidup dengan bantuan perputaran flywheel tersebut.

Rangkaian Sistem Starter dengan Relay 

starter

Saat mesin sudah menyala dan berputar, starter akan berhenti bekerja dengan menghentikan arus dari terminal 50. Sehingga pull in coil akan terlepas dan kembali ke posisi semula. Dengan kembalinya pull in coil, pinion gear juga akan lepas kaitannya dengan flywheel dan putaran pada motor juga berhenti dikarenakan arus listrik pada solenoid switch contact juga terputus. pada pinion gear sebenarnya didesain supaya mundur secara otomatis saat putaran flywheel lebih besar dari putaran starter. Fungsi ini ditunjukan dalam memudahkan proses keterkaitan dan pelepasan pinion gear dengan roda gigi flywheel.

Demikian pembahasan kali ini mengenai sistem starter ditinjau dari pengertian sistem starter, jenis, tipe, komponen utama, dan cara kerjanya. Semoga dapat bermanfaat dalam mengetahui tentang starter pada kendaraan.

Salam Teknika!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *