Puisi Tentang Sejarah G30S/PKI

9 1

“PUISI TIGA PULUH SEPTEMBER”

Di kesunyian itu
Di malam yang kelam dimana terciptanya saksi
Saksi bisu dalam sejarah
Pengkhianatan dan kekejaman tercipta
Dalam dusta kebiadaban
Hancur lebur tubuh tak berharga
Darah mengalir dari luka kekejaman
Rasa sakit tanpa belas kasihan
Saksi bisu pengkhianatan
Fitnah… Fitnah… Fitnah yang keji
Raga tak bernyawa sebagai saksi pengorbanan
Nyawa berharga hilang melayang
Dunia akan mengingat sejarah pengorbanan
Sejarah pahlawan-pahlawan yang gugur
Dalam kekejaman fitnah… Fitnah yang kejam
Sepanjang masa negara ini sebagai saksi
Pengorbananmu para pahlawan ku
Di lubang sempit itu tubuh-tubuh kalian
Di tumpuk tanpa belas kasihan
Dihari ini Tiga Puluh September
 
Sejarah akan mencatat pengorbananmu para pahlawan ku
Sebagai saksi pengkhianatan fitnah kekejaman yang begitu keji.

 

 

 

 

 

 

“PUISI TUJUH PAHLAWAN REVOLUSI”

 
Sejarah telah mencatat bahwa penghiyanatan dan fitnah sangatlah tak manusiawi
Para pahlawan-pahlawan yang gugur akan kekejaman dalam gerakan Tiga Puluh September
 
Dalam sejarah mereka di kenang sebagai Pahlawan Revolusi
 
Peristiwa kejam itu masih membekas dalam setiap hati sanubari
Takkan pernah terlupakan, para pahlawan yang gugur demi kehormatan
Membela tanah air atas kekejaman para pengkhianat bangsa
Tak sadarkah mereka dengan perjuangan 1945 melawan Penjajah
 
Pengkhianatan bangsa dan negara dari kita sendiri
Tanpa belas kasihan pada saudara sendiri
Tragedi sisa kebiadaban kaum Komunis adalah pelajaran berharga bagi kita semua
Pengorbanan tujuh pahlawan bangsa, sejarah akan selalu mengenangmu sebagai Pahlawan Revolusi
Sejarah Revolusi sebagai saksi hingga akhir hayat, berani mati tidak sebagai pecundang.

 

* Pesan Penting :

Puisi di atas saya tulis sebagai peringatan bagi kita semua bahwa pengkhianatan dan fitnah itu sangatlah kejam. Jangan pernah tutup mata dan telinga bahwa PKI/Komonikas Pengkhianat bangsa, sejarah Revolusi sebagai saksi nyata sebagai pelajaran berharga bagi kita semua.
JAS MERAH (Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah).
 
 

 

“Sumber gambar : www.indozone.id”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *