OBAT TRADISIONAL ADALAH

diajar.net 6

A.) Pengertian Obat Tradisional

      Myrharharaodah.blogspot.com – Dikatakan obat tradisional karena bahan-bahan, cara membuatnya maupun penyajiannya boleh dikatakan secara tradisional karna sangat sederhana misalnya bahan dari sebuah akar yang berhasiat, ditumbuk, diambil airnya kemudian diminum, obat demikian disebut jamu. Pada perkembangannya jamu sudah dimodernisasi yaitu di kemas sedemikian rupa, ada yang berbentuk bubuk, kapsul dan tablet, supaya lebih tahan lama.
      Jadi yang dimaksud obat tradisional adalah obat yang bahan-bahannya dari tumbuhan atau hewan yang mempunyai khasiat untuk menyembuhkan suatu penyakit atau bisa menyegarkan tubuh.
→  Keutamaan Obat Tradisional Yaitu :
1. Ekonomis
2. Tidak mempunyai efek samping
3. Mudah memperolehnya

B.) Macam-macam Obat Tradisional Dan Cara Pengolahannya

a. Jamu godok.

      Dikatakan jamu godok karna penggunaannya di godok (direbus) terlebih dahulu, jamu godok ini dikemas dalam bentuk bahan aslinya yang telah dikeringkan, seperti daun, akar batang, bunga dan sebagainya. Kegunaan jamu godok ini lazimnya untuk menjaga supaya badan tetap segar, atau untuk mengobati penyakit reumatik, pegal dan linu, badan merasa lelah, tidak nafsu makan dan sebagainya.
Cara penggunaannya, direbus terlebih dahulu sampai mendidih dan dibiarkan agak lama, kemudian setelah dingin airnya diminum, jamu godok ini dapat direbus beberapa kali.
 

b. Jamu gendong.

      Lazimnya dijajangkan dengan di gendong, bahkan bakulnya dari tumbuhan yang berkhasiat, di tumbuk kemudian diperas untuk diambil airnya kemudian diseduh (dicampur) dengan bahan-bahan lain sesuai tujuan pengobatan supaya tidak pahit dan berkhasiat lebih dapat ditambahkan jamu-jamu kuat lainnya seperti anggur, beras kencur, madu dan sebagainya.
 

c. Jamu yang sudah di modernisasi

      Supaya mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, maka jamu jenis ini dikemas sedemikian rupa sehingga tahan lama dan penggunaannya lebih praktis, yaitu diseduh dengan air panas, setelah dingin lansung minum atau di campur dengan jamu lain seperti anggur, beras kencur, madu, supaya tidak terlalu pahit dan khasiatnya lebih baik. Jamu ini berbentuk bubuk dalam kemasan, bentuk lain misalnya kapsul atau tablet, penggunaannya lebih peraktis karna langsung di minum/di telan.
Perlu di ketahui bahwa jamu jenis ini sudah menjadi komoditas ekspor (non migas).
 

d. Jamu dengan meracik sendiri

      Bahan, khasiat maupun proses pembuatannya tergantung oleh tujuan yang menggunakannya dan di buat sendiri oleh orang atau keluarga yang bersangkutan. Sebagai misal bahan bakunya jahe oleh keluarga si selalu di jadikan minuman segar dengan menumbuk jahe tersebut terlebih dahulu dan di seduh dengan air panas yang di tambahkan dengan gula. Sedangkan keluarga si jahe di jadikan obat sakit kepala dengan memarutnya dan di tempelkan di dahi atau dijadikan obat sakit perut dengan mengoleskan di perut.
Jadi kegunaan obat jenis ini berdasarkan pengetahuan pemakai yang sifatnya turun temurung atau informasi di peroleh mulai pengetahuan atau dari mulut ke mulut.

C.) Berbagai Tumbuhan Yang Dapat Di Gunakan Sebagai Obat Tradisional

      Alam Indonesia merupakan daerah tropis yang sangat kaya akan tumbuhan yang berkhasiat bagi obat-obatan yang bahan bakunya berasal dari tumbuh-tumbuhan di sekitar kita.

1. Ashma

      Gilinglah 6 lembar daun randu sampai halus yang sebelumnya telah dicuci bersih, bila sudah lumat diseduh dalam air panas setengah cangkir dan masukkan madu sedikit dalam cangkir tersebut bila sudah suam kuku maka saring dan minumkan kepada penderita 2 kali sehari.
      Atau dengan 3 tangkai daun seledri, 9 lembar daun randu (kapok), gula aren secukupnya, sedikit garam bahan ini digiling halus, lalu dicampur air 1 gelas, minum sebelum makan 2 hari berturut-turut.

2. Batuk

      Jeruk nipis diambil airnya, dicampur dengan bawang putih yang telah dihancurkan, diberi air 2 sendok makan lalu disaring di dalam cangkir, beri madu murni 2 sendok makan, dan minum sekaligus, minum pada siang hari dan menjelang malam.

3. Batuk rejan

      Bunga kembang sepatu 5 gram, bawang merah 1 siung, madu murni 2 sendok makan, dua bahan tersebut digiling diberi air 1 cangkir, peras dan saring beri madu murni dan minum sekaligus.
      Atau bisa juga dengan daun waru, madu 5 gram, belimbing waluh 10 gram, garam 1 gram. Dua bahan tersebut di haluskan sampai lumat dibubuhi garam dan air 2 cangkir diperas dan disaring, minum 1 cangkir 3 kali sehari.

4. Bisul

      Daun kangkung 10 gram, asam kawak 3 gram, daun tersebut digiling halus setelah dicuci bersih beri asam kawak dan garam sedikit, oleskan diatas dan sekeliling bisul.

5. Cacar air

      Temulawak 25 gram, kencur 25 gram, kunyit 10 gram, asam trengguli 10 gram, kapur sirih 2 gram, bahan-bahan tersebut direbus dengan air ½ liter sampai tersisah setengahnya, diminum 3 kali sehari atau 2 cangkir.
      Bisa pula dengan menggunakan kunyit 5 gram, asam kawak 10 gram, kapur sirih 2 gram, tumbuk sampai halus dan campur dengan minyak kelapa secukupnya sebagai bubuk.

6. Malaria

      Daun pepaya gandung (pepaya biasa) yang mudah ditumbuk sampai halus dan peras dengan air ± 1 gelas minum, minum 2 kali sehari pagi dan sore, daun pepaya tersebut antara 2-5 batang kuntu saja, dicuci sampai bersih sebelum ditumbuk dan air untuk memeras adalah air matang karena hasil perasan tersebut langsung diminum, jadi harus steril.

Akhir kata :

Demikianlah sebagian obat tradisional yang bisa saya sampaikan namun masi banyak lagi tumbu-tumbuhan yang bisa di gunakan atau dimanfaatkan sebagai obat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *