Diajar.net adalah media online yang memberikan informasi yang terupdate tentang dunia pendidikan dan seni musik

Kuda Berkulit Harimau

Kunci jawaban kelas V Bahasa Indonesia Kurikulum merdeka Kuda Berkulit Harimau
Kunci jawaban kelas V Bahasa Indonesia Kurikulum merdeka Kuda Berkulit Harimau

Kunci jawaban kelas V Bahasa Indonesia Kurikulum merdeka Kuda Berkulit Harimau

Diajar.net – Seekor Kuda sedang berjalan dari sebuah ladang gandum menuju sebuah hutan yang lebat. Gandum menari mengikuti angin yang menerpa batangnya yang kurus. Kuda itu telah puas memakan gandum yang ada di ladang itu. Dia tampak gembira karena tidak ada petani gandum yang menjaga ladangnya.

Ketika dia menuju hutan lebat, di tengah jalan Kuda itu melihat sesuatu, “Itu seperti kulit harimau,” gumam Kuda itu. Kuda itu lalu mendekatinya dan ternyata memang benar apa yang dilihatnya adalah kulit harimau yang tak sengaja ditinggalkan oleh para pemburu harimau. Kuda itu mencoba memakai kulit harimau

Kunci jawaban kelas V Bahasa Indonesia Kurikulum merdeka Kuda Berkulit Harimau
Kunci jawaban kelas V Bahasa Indonesia Kurikulum merdeka Kuda Berkulit Harimau

itu, “Wah, kebetulan sekali, kulit harimau ini sangat pas di tubuhku. Apa yang akan kulakukan dengannya, ya?”

Terlintaslah di benak Kuda itu untuk menakuti binatang-binatang hutan yang melewati dirinya. “Aku harus segera bersembunyi. Tempat itu harus gelap dan sering dilalui oleh binatang hutan. Di mana ya?” tanya Kuda dalam hati sambil mencari tempat yang cocok. Akhirnya, dia menemukan semak-semak yang cukup gelap untuk bersembunyi, lalu masuk ke dalamnya dengan menggunakan kulit harimau. Tak lama kemudian, beberapa Domba Gunung berjalan ke arahnya. Kuda itu menggumam bahwa Domba-Domba itu cocok dijadikan sasaran empuk kejahilannya.

Ketika Domba-Domba itu melewatinya, kuda itu meloncat ke arah mereka sehingga sontak Domba-Domba itu kalang-kabut melarikan diri. Mereka takut dengan kulit harimau yang dikenakan Kuda itu. “Tolong, ada Harimau! Lari, cepat lari!” teriak salah satu Domba. Kuda itu tertawa terbahak-bahak melihat Domba-Domba itu pontang-panting berlari.

Setelah itu, Kuda segera kembali bersembunyi di dalam semak-semak. Dia menunggu hewan lain datang melewati semak-semak itu. “Ah, ada Tapir menuju kemari, tapi lambat betul geraknya. Biarlah, aku jadi bisa lebih lama bersiap-siap melompat!” kata Kuda itu dalam hati. Tibalah saat Kuda itu meloncat ke arah Tapir itu, ia terkejut dan lari tunggang-langgang menjauhi Kuda yang memakai kulit Harimau itu. Kuda itu kembali ke semak-semak sambil bersorak penuh kemenangan di dalam hatinya.

Kali ini, Kuda itu menunggu lebih lama dari biasanya, tetapi hal itu tidak membuatnya bosan. Tiba-tiba, seekor Kucing Hutan berlari sambil membawa seekor Tikus di mulutnya. Kucing itu tidak melewati semak-semak, Kucing Hutan itu duduk menyantap Tikus yang ia tangkap di dekat pohon besar.

“Ah, ternyata Kucing itu tidak melewati semak-semak ini. Biarlah aku membuatnya kaget di sana,” kata Kuda itu dalam hati. Kuda itu pun keluar dari semak-semak dan berjalan hati-hati mendekati Kucing Hutan. Saat jaraknya sudah sangat dekat dengan Kucing Hutan, Kuda itu mengaum seperti halnya seekor Harimau, tetapi dia tidak sadar bahwa bukannya mengaum, dia malah meringkik. Mendengar suara itu, Kucing Hutan menoleh ke belakang dan melihat seekor Kuda berkulit Harimau. Sesaat, Kucing Hutan itu siap-siap mengambil langkah seribu, tetapi ia malah tertawa terbahak-bahak sembari berkata, “Saat aku melihatmu memakai kulit Harimau itu, aku pasti akan lari ketakutan, tapi rupanya suaramu itu ringkikan Kuda, jadi aku tidak takut, hahaha!” Kucing Hutan itu juga berkata kepada kuda bahwa sampai kapan pun, suara ringkiknya tidak akan bisa berubah jadi auman.

“Kuda Berkulit Harimau” itu melambangkan bahwa sepandai-pandainya orang berpura- pura, suatu saat akan terbongkar juga kepura-puraannya itu. Kejujuran merupakan sikap yang paling indah di dunia ini.

  1. Mengenali Unsur dalam Teks Cerita

    Unsur cerita adalah unsur-unsur yang memengaruhi terbentuknya sebuah cerita. Sebuah cerita jika dipahami secara mendalam maka akan dijumpai di dalamnya terdapat unsur-unsur penting sebagai penyusun sebuah cerita. Berikut unsur intrinsik yang terkandung dalam teks cerita.

    1. Tema

      Tema dapat disebut sebagai inti cerita. Tema adalah ide pokok atau gagasan besar yang melandasi sebuah cerita. Contoh-contoh tema adalah persahabatan, keluarga, kasih sayang, dan sebagainya. Tema dalam cerita “Kuda Berkulit Harimau” adalah kejujuran.

    2. Tokoh dan penokohan

      Tokoh adalah orang, binatang, atau benda yang diinsankan yang menjalani peristiwa dalam berbagai peristiwa cerita. Digolongkan berdasarkan sifatnya, tokoh dibedakan menjadi tiga yaitu tokoh protagonis, yaitu tokoh yang membawakan perwatakan positif dan menyampaikan nilai-nilai positif. Tokoh antagonis, yaitu tokoh yang membawakan perwatakan negatif dan seringkali bertentangan dengan protagonis. Tokoh tritagonis, yaitu tokoh penengah. Tokoh-tokoh dalam cerita “Kuda Berkulit Harimau” adalah Kuda, Domba, Tapir, dan Kucing Hutan. Kuda memiliki sifat jahil, penipu, dan suka memanfaatkan segala sesuatu untuk kepuasaan dan kesenangan dirinya sendiri.

    3. Latar

      Latar atau setting adalah segala petunjuk, keterangan, acuan yang berkaitan dengan ruang, waktu, suasana, dan situasi sosial terjadinya peristiwa dalam cerita. Berikut ini macam-macam perbedaan latar atau setting.

      1. Latar tempat, berhubungan dengan lokasi terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam cerita. Latar tempat dalam cerita “Kuda Berkulit Harimau” adalah ladang gandum dan hutan.
      2. Latar waktu, berhubungan dengan kapan terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam cerita. Latar waktu dalam cerita “Kuda Berkulit Harimau” tidak disebutkan.
      3. Latar suasana, berkaitan mengenai suasana pada saat peristiwa pada cerita terjadi. contoh latar suasana yaitu menegangkan, bahagia, lucu, sedih, haru, maupun duka. Latar suasana yang terkandung dalam cerita “Kuda Berkulit Harimau” adalah suasana ketakutan yang dirasakan hewan hutan.
    4. Alur cerita

      Alur adalah jalan cerita. Bisa juga dikatakan sebagai rentetan peristiwa yang disampaikan secara kronologis sehingga membentuk sebuah cerita. Alur dalam cerita “Kuda Berkulit Harimau” tersebut menggunakan alur maju.

    5. Amanat

      Amanat adalah pesan-pesan kebaikan yang hendak disampaikan oleh pengarang melalui sebuah cerita. Pesan itu disampaikan kepada pembaca. Amanat yang terkandung dalam cerita “Kuda Berkulit Harimau” adalah sepandai-pandainya orang berpura-pura, maka akan terbongkar juga. Kejujuran merupakan sikap yang utama.

  2. Membaca Majas

    Majas adalah gaya bahasa dengan makna kiasan yang dipilih penulis untuk menyampaikan kesan. Majas akan membuat cerita memiliki makna mendalam dan menarik untuk dibaca. Majas yang akan dipelajari adalah metafora, personifikasi, dan hiperbola.

    1. Majas metafora

      Majas metafora adalah perumpamaan yang menggunakan kata yang tidak dimaknai secara harfiah. Kata-kata yang digunakan sebagai metafora dimaksudkan sebagai perbandingan atau pengandaian saja. Contoh majas metafora dalam teks cerita “Kuda Berkulit Harimau”.

      1. Kuda itu menggumam bahwa Domba-Domba itu cocok dijadikan sasaran empuk kejahilannya.

        Sasaran empuk dapat diartikan sebagai objek yang pas.

      2. Tibalah saat Kuda itu meloncat ke arah Tapir itu, ia terkejut dan lari tunggang langgang menjauhi Kuda yang memakai kulit harimau itu.

        Tunggang langgang artinya lari secepat mungkin tanpa memperhatikan arah.

      3. Kuda itu meloncat ke arah mereka sehingga sontak Domba-Domba itu kalang-kabut melarikan diri.

        Kalang kabut juga diartikan sebagai tindakan melarikan diri atau keadaan bingung tidak karuan.

    2. Majas personifikasi

      Majas personifikasi adalah majas yang menggambarkan benda mati sebagai orang atau manusia. Contoh majas personifikasi dalam cerita “Kuda Berkulit Harimau” adalah gandum menari mengikuti angin yang menerpa batangnya yang kurus.

    3. Majas hiperbola

      Majas hiperbola adalah majas yang menggunakan kata yang bermakna berlebihan untuk menekankan maksud. Contoh majas hiperbola dalam cerita “Kuda Berkulit Harimau” adalah kuda itu tertawa terbahak-bahak melihat domba-domba itu pontang- panting berlari.

  3. Membedakan Kalimat Langsung dan Kalimat Tidak Langsung

    Kalimat langsung adalah kalimat yang berasal dari ungkapan atau pernyataan dari seseorang tanpa adanya perantara dan tanpa merubah apa yang ia utarakan. Pada sebuah teks, kalimat langsung ini ditandai dengan pemakaian tanda petik (“…”). Berikut beberapa contoh kalimat langsung dalam teks “Kuda Berkulit Harimau” adalah sebagai berikut.

    1. “Ah, ternyata Kucing itu tidak melewati semak-semak ini. Biarlah aku membuatnya kaget di sana,” kata Kuda itu dalam hati.
    2. Kucing Hutan itu siap-siap mengambil langkah seribu, tetapi ia malah tertawa terbahak- bahak sembari berkata, “Saat aku melihatmu memakai kulit harimau itu, aku pasti akan lari ketakutan, tapi rupanya suaramu itu ringkikan Kuda, jadi aku tidak takut, hahaha!”

      Kalimat tidak langsung merupakan kalimat yang digunakan untuk menyampaikan atau melaporkan kembali ucapan yang pernah disampaikan seseorang tanpa mengutip keseluruhan kalimatnya. Berikut ini beberapa contoh dalam teks “Kuda Berkulit Harimau”.

      1. Akhirnya, dia menemukan semak-semak yang cukup gelap untuk bersembunyi, lalu masuk ke dalamnya dengan menggunakan kulit harimau. Tak lama kemudian, beberapa Domba Gunung berjalan ke arahnya. Kuda itu menggumam bahwa Domba-Domba itu cocok dijadikan sasaran empuk kejahilannya.
        1. Siapa saja tokoh yang terdapat pada cerita?
        2. Dimana latar cerita tersebut?
        3. Apa amanat yang terdapat pada cerita tersebut?

          Saat jaraknya sudah sangat dekat dengan Kucing Hutan, Kuda itu mengaum seperti halnya seekor Harimau, tetapi dia tidak sadar bahwa bukannya mengaum, dia malah meringkik. Mendengar suara itu, Kucing Hutan menoleh ke belakang dan melihat seekor Kuda berkulit Harimau.

          Aktivitas Siswa

          Kerjakan tugas berikut ini secara mandiri!

          Scan QR code di samping untuk mengerjakan tugas aktivitas siswa berikut! Simak dengan baik cerita yang ada untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

        Jawab: Kebijaksanaan guru.

        Uji Kemampuan

        Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar! Bacalah cerita berikut untuk menjawab pertanyaan nomor 1–5!

        1. Bagaimana sifat tokoh dalam cerita tersebut?

          Jawab: Rubah yang cerdas dapat mengelabui lawannya. Gagak memiliki sifat mudah dibohongi dan mudah dirayu.

        2. Di mana latar cerita berlangsung?

          Jawab: Di dalam hutan.

        3. Kapan cerita tersebut berlangsung?

          Jawab: Saat siang hari.

        4. Apa masalah yang terjadi?

          Jawab: Gagak tidak menyadari sedang ditipu oleh Rubah yang terus menyuruhnya bernyanyi, padahal Rubah hanya mengincar makanan yang ada dalam paruh Gagak.

        5. Apa pesan dari cerita tersebut?

        Jawab: Kita tidak boleh tertipu dan besar kepala hanya karena pujian, bisa jadi itu adalah cara orang lain mengambil apa yang kita miliki.

        Rubah dan Gagak

        Suatu hari, di dalam hutan, ada seekor Rubah yang melihat seekor Gagak sedang terbang dengan sepotong daging di paruhnya. Sang Gagak lantas bertengger di dahan pohon. Rubah yang sejak pagi belum makan, ingin sekali mendapatkan daging tersebut. Ia pun berjalan hingga ke bawah pohon yang dihinggapi Gagak tadi.

        “Selamat siang, Nyonya Gagak yang cantik,” serunya. “Betapa mempesonanya penampilanmu hari ini. Matamu tampak cerah, paruhmu bersih dan bulumu berkilau.” Mendengar pujian itu, Gagak menoleh ke bawah. Senang sekali ia mendapati Rubah sedang mengaguminya di sana. Melihat reaksi Gagak, Rubah melanjutkan rencananya. Ia memuji Gagak lebih jauh lagi.

        “Melihat penampilanmu yang luar biasa, aku yakin suaramu pasti melebihi suara burung lain di hutan ini. Biarkanlah aku mendengar satu lagu darimu, Nyonya Gagak. Tentu akan terdengar sangat merdu!” ujar Rubah.

        Merasa tersanjung, Gagak mengangkat kepalanya dan bersiap membuka suara. Ia lupa, ada daging di paruhnya. Potongan daging yang jatuh ke tanah segera diambil oleh Rubah, sementara Gagak terus saja bernyanyi. Ketika ia selesai bernyanyi dan Rubah sudah jauh pergi, Gagak baru menyadari apa yang telah terjadi. Ia menyesal, sudah lengah hanya karena dipuji.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *