Cerita Dikejar ular raksaksa

Assalamualaikum semuanya semoga kalian semua dalam keadaan sehat dan
dilancarkan rezekinya Amin ya robbal alamin
dikisahkan ada seorang pemuda bernama Malik bin Dinar Ia adalah pemuda kaya
yang juga merupakan Keluarga Kerajaan menjadi bagian dari orang-orang kerajaan
orang tua Malik bin Dinar tentu lebih memilih anaknya untuk menggantikan
posisinya gelap di kerajaan sehingga setiap hari ia membawa
i56K3Q213qAsd


putranya menuju
kerajaan selain untuk mengajarkan beragam pekerjaan di sana harapan orang
tuanya juga agar anaknya bisa membantunya dan benar saja ia terkadang
bertugas menggantikan ayahnya yang kebetulan sedang ada halangan tidak lama
kemudian Ia pun diangkat menjadi pejabat tinggi yaitu sebagai kepala prajurit
kerajaan dengan jabatannya tersebut Malik bin Dinar mendapatkan gaji yang sangat besar
karena hidupnya penuh dengan gelimang harta membuat dirinya tenggelam ke dunia
hitam hidupnya hanya digunakan untuk berfoya-foya minum khamr berzina dan
semacamnya hal itu sudah menjadi kegiatan yang biasa ia lakukan suatu
hari Malik bin Dinar mendambakan seorang wanita untuk dijadikannya seorang istri
lalu salah satu kawannya menawarkan budak wanita kepadanya tanpa pikir
panjang Malik bin Dinar langsung Iyakan dan membelinya dengan kontan bahkan
Karena 

kecantikannya yang melebihi budak pada umumnya ia rela membeli dengan
harga yang sangat mahal Setelah lama hidup bersama dengan Malik sang budak
pun akhirnya hamil dan melahirkan bayi perempuan bayi tersebut ia beri nama
Fatimah sebagai seorang ayah tentu ia sangat menyayangi putrinya
Seiring berjalannya waktu Fatimah kini tumbuh besar dan menjadi anak putri yang
cantik maka bertambah cinta dan sayanglah Malik kepada anak semata
wayangnya tersebut suatu kali saat Malik hendak menenggak minuman keras Fatimah
segera merebut gelasnya dan menumpahkannya ke baju Malik bin Dinar dan itu Fatimah lakukan setiap kali saat
melihat ayahnya akan minum minuman keras meskipun Malik terkenal pemarah namun Ia
hanya 

tersenyum dengan ulah Fatimah itu Karena rasa cintanya dan sayangnya
Sejak saat itulah sedikit demi sedikit Malik mulai meninggalkan maksiat demi
Putri tercintanya namun kebahagiaan yang dirasakan Malik tidak berlangsung lama
anak putrinya harus meninggal di usia 3 tahun setelah kematian putrinya Malik
bin Dinar dirundung kesedihan yang tiada tara akhirnya ia pun kembali tenggelam ke
dalam kemaksiatan ia kini menjadi pribadi yang lebih buruk dari sebelumnya
setiap malamnya hanya ia habiskan untuk mabuk-mabukan hingga pada suatu malam
Saat ia Tengah mabuk berat Ia pun tertidur dalam tidurnya ia bermimpi
seolah-olah hari kiamat tiba matahari gelap lautan menjelma menjadi api bumi
pun bergoncang segenap manusia berkumpul secara berkelompok di tengah rasa
kebingungannya tiba-tiba terdengar suara 

misterius suara tersebut memanggil satu
persatu manusia untuk dihisap tidak lama kemudian giliran suara itu memanggil
namanya padang mahsyar yang semula penuh sesak dengan manusia tiba-tiba menjadi sepita
ada siapapun hanya tinggal dirinya seorang di saat itulah muncul ular besar dan
ganas mengejar dirinya dengan mulut terbuka seakan ingin menerkam dirinya
merasa keselamatannya terancam Malik bin Dinar segera berlari penuh ketakutan di
tengah pelariannya Malik melihat seorang lelaki tua yang lemah wahai Tuan Syekh
tolonglah aku selamatkan aku dari ular besar itu bintang Malik bin Dinar kepada
lelaki tua Aku ini lelaki lemah dan tua Mana mungkin bisa menolongmu jawab
lelaki tua tersebut Lalu si lelaki tua menyarankan supaya Malik bin Dinar lari ke suatu tebing
dengan harapan bisa selamat mendengar jawabannya itu Malik bin Dinar
semakin panik dan lari jauh hingga 

menaiki tebing yang ditunjukkan ternyata tebing tersebut adalah tebing
neraka di bawahnya terdapat api yang menyala-nyala Ia pun segera berpaling
arah dan berlari menghindari kejaran ular raksasa Malik bin Dinar kembali
menghampiri kakek tua untuk meminta tolong tolonglah aku selamatkan aku dari ular
besar itu pinta Malik bin Dinar melihat keadaan Malik yang malang si
lelaki tua itu merasa iba sambil menangis ia kembali menyarankan agar
Malik bin Dinar berlari ke arah gunung tanpa membuang waktu Malik menuruti
saran lelaki tua itu ia berlari sangat kencang sementara si ular masih terus
mengejarnya setelah sampai di atas gunung ia melihat ada sekelompok anak kecil yang sedang
bermain-main melihat kehadiran Malik bin Dinar anak-anak tersebut berteriak
kepada seorang gadis kecil yang sedang berada di tengah-tengah 

mereka Hai Fatimah Tolonglah ayahmu Tolonglah
ayahmu Mendengar hal itu Malik bin Dinar pun kaget bercampur bahagia anak
putrinya yang meninggal di usia 3 tahun berada diantara anak-anak tersebut Lalu
Fatimah menghampiri ayahnya tangan kanannya memegang tangan sang ayah
sedangkan tangan kirinya mengusir ular besar yang sedari tadi mengejarnya ular
besar itu pun langsung menghilang seketika Malik bin Dinar dibuatnya tercengang
melihat peristiwa tersebut kemudian Fatimah duduk di pangkuan Malik bin
Dinar sebagaimana di dunia dulu wahai Ayah belum kah datang waktunya
bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah kata
Fatimah kepada Malik bin Dinar sang ayah lalu meminta penjelasan perihal ular
raksasa yang mengejarnya Fatimah lalu berkata ular raksasa yang mengejar Ayah itulah
gambaran perbuatan buruk Ayah yang suatu saat nanti akan membuat Ayah celaka
sedangkan lelaki tua yang Ayah minta tolong itu merupakan wujud amal baik
ayah yang tak pernah dipelihara sehingga ia sendiri menangis lemah tak berdaya
dan tak bisa menolong Seandainya saja 

Ayah tidak melahirkanku dan seandainya
saja aku tidak mati saat masih kecil tidak akan ada yang bisa memberikan manfaat kepada Ayah kata Fatimah
menjelaskan seketika Malik bin Dinar kaget dan terbangun dari mimpinya Ia pun menangis
dan menyesali semua perbuatan jahatnya Ia juga menghancurkan semua botol
minuman kerasnya dan bertobat kepada Allah setelah pertobatannya Malik bin
Dinar memilih hidup menyendiri semua harta kekayaannya ia tinggalkan ia
menetap di sebuah rumah kecil yang jauh dari pemukiman penduduk hingga pada
suatu ketika ada seorang pencuri memasuki rumah Malik bin Dinar saat itu
Malik bin Dinar Tengah salat malam Si Pencuri 

merasa kecewa karena ia tak
mendapati barang berharga untuk bisa diambilnya ia lantas memutuskan untuk
meninggalkan rumah Malik bin Dinar Tapi saat ia hendak keluar Malik bin dinner
keburu member kopinya Awalnya si pencuri hendak menusuknya pakai belati ia khawatir apabila Malik
bin Dinar melawan ataupun berteriak namun Malik justru bersikap tenang
Bahkan ia mengucapkan salam dengan lembut wahai saudaraku Semoga Allah
memaafkanmu kamu telah memasuki rumah saya dan tidak menemukan barang berharga
tapi saya tidak ingin kamu pergi tanpa mendapatkan apapun
perdulilah dan salat berdoalah kepada Allah karena jika kamu melakukannya kamu
akan meninggalkan rumah saya dengan membawa harta yang lebih besar daripada yang kamu inginkan kata Malik bin Dinar
Si Pencuri tak menyangka dengan sikap Malik bin Dinar ia merasa tersanjung
oleh sopan santun dan tutur katanya karena merasa tidak enak hati Si Pencuri
menuruti perkataan Malik bin Dinar 

Ia pun menghabiskan sepanjang malam dengan
salat dan berdzikir setelah menjelang subuh Si Pencuri malah meminta untuk
menginap di rumah Malik bin Dinar Malik bin Dinar pun mengizinkannya selama
sepekan Si Pencuri diajari berbagai ilmu agama oleh Malik bin Dinar si pencuri
yang awalnya hendak berbuat jahat ini justru bertaubat dan menjadi orang yang baik dan menjadi orang yang sangat Alim
suatu kali saat Malik bin Dinar hendak menunaikan ibadah haji di tengah
perjalanan ia menjumpai burung gagak yang terbang rendah burung gagak tersebut membawa sepotong roti di
paruhnya Karena penasaran Malik pun diam-diam mengikutinya dari belakang
Malik menduga gagak yang terbang tersebut pasti menyimpan suatu rahasia
oleh karenanya Ia terus saja mengikutinya hingga sampailah Ia di depan sebuah gua kemudian burung gagak
tersebut memasukinya ternyata roti yang dibawa 

burung gagak diberikan kepada
lelaki tua yang tengah terikat di dalam gua burung gagak tersebut Lalu
menyuapinya sedikit demi sedikit setelah burung gagak itu kembali terbang dan
tidak terlihat lagi Malik cepat-cepat mendekati kakek yang terikat dan membuka tali ikatannya
siapa Engkau apa yang telah menimpamu tanya Malik bin Dinar Aku sedang dalam
perjalanan menunaikan ibadah haji namun ketika dalam perjalanan hartaku dirampok
oleh Penyamun lalu tangan dan kakiku diikat oleh mereka setelah itu aku
dilemparkan ke gua ini jelas pakai tua itu Malang sekali nasibmu aku ke sini
mengikuti burung gagak yang membawa roti di paruhnya tampaknya burung itu
memberikan roti itu kepadamu tanya Malik bin Dinar Ia yang disebabkannya kepadaku tadi
adalah roti setiap hari ia memberiku makanan dan minuman ujar kakek tua
Subhanallah ilmu apa yang kau miliki sampai burung gagak itu sedemikian 

tunduknya padamu tanya Malik bin Dinar tidak ada selama 5 hari sejak aku disini
aku hanya bersabar dan berdoa dalam doaku aku berkata Wahai Dzat yang
berfirman dalam kitabnya Percayalah bahwa Allah akan mengabulkan doa
hambanya yang ditimpa kemalangan aku sekarang membutuhkan PertolonganMu maka
rahmatilah aku kemudian Allah mengabulkan doaku dengan mengutus seekor
burung gagak untuk melayani seluruh kebutuhanku tutur kakek tua
engkau sudah bebas sekarang bagaimana kalau kita lanjutkan perjalanan menuju
Tanah Suci biarlah bekalku ini kita makan bersama selama di perjalanan Ajak
Malik bin Dinar kakek tua yang tadi terikat itu sangat bersyukur kepada
Allah dan mengucapkan terima kasih kepada Malik bin Dinar mereka berdua pun
kemudian pergi meninggalkan gua itu untuk melanjutkan 


perjalanan
kisah selanjutnya [Musik] dikisahkan ada ulama terkenal yang
pintar dalam ilmu agama bukan hanya itu ia juga menguasai ilmu ketatanegaraan
wajar bila dirinya sampai diangkat menjadi penasehat istana oleh Baginda
Raja Seiring berjalannya waktu usia ulama ini pun semakin menua dan ia bermaksud ingin
mengundurkan diri sebagai penasehat istana Baginda Raja berulang kali menolak niat
daripada sang ulama tapi karena keputusannya sudah bulat Baginda Raja
tak mampu mencegahnya kalaupun aku mendapatkan penggantimu aku
tak yakin bisa sepintar dirimu Sungguh sangat disayangkan bila kamu sampai
mengundurkan diri Sesal Baginda Raja saya ini sudah tua Paduka yang mulia dan
saya yakin akan ada pengganti saya yang lebih baik dan lebih pintar ujar sang
ulama Baginda Raja ragu dengan ucapan sang ulama mengingat untuk menjadi penasehat
istana bukanlah sembarangan orang orang tersebut harus pintar dalam ilmu agama
harus pintar ilmu ketatanegaraan 

dan cepat serta tepat dalam mengambil
keputusan orang dengan keahlian seperti ini Tentunya sulit ditemukan
Baginda Raja pun bertanya kepada sang ulama lalu Bagaimana caranya supaya aku
tahu kalau penggantimu lebih pintar dan cerdas darimu tanya Baginda Raja
itu mudah saja Paduka karena saya sudah menyiapkan 4 pertanyaan bagi siapa saja
yang bisa menjawab pertanyaan ini saya yakin orang tersebut pasti pintar dan ia
pantas menggantikan posisi saya sebagai penasehat istana balas sang ulama
berarti kalau ada yang ingin jadi penasehat istana harus bisa menjawab
keempat pertanyaanmu tanya Baginda Raja kembali benar sekali Paduka jawab sang
ulama sesulit apa sih pertanyaan itu Coba katakan padaku Saya ingin tahu pinta
Baginda Raja pertanyaan pertama adalah apa yang paling benar dan dibenarkan oleh semua
orang pertanyaan kedua apa yang paling menipu diantara yang paling menipu
pertanyaan ketiga apa yang paling menguntungkan diantara yang paling
beruntung pertanyaan terakhir apa yang paling berharga diantara yang paling
berharga kata Sang ulama memberitahu pertanyaanmu sulit sekali Apa kamu yakin
ada yang bisa menjawabnya tanya Baginda Raja di atas langit masih ada langit Paduka
di seanteron negeri Baghdad ini pasti ada orang yang lebih pintar dariku 

Dan
saya yakin orang tersebut bisa dengan mudah menjawabnya tutur sang ulama
Baiklah sekarang juga umumkan sayembara bahwa kerajaan membuka lowongan jadi
penasehat istana titah Baginda Raja maka disebarlah sayembara tersebut ke
seluruh pelosok seantero Negeri Baghdad sayembara ini sontak membuat gempar
seluruh masyarakat banyak diantara mereka yang coba mendaftar namun
semuanya gagal meraih impiannya karena tak ada yang bisa menjawab 4 pertanyaan
yang diajukan oleh sang ulama sementara di desa terpencil hiduplah
seorang pemuda yang merupakan anak dari saudagar kaya pemuda ini sangat
berhasrat ingin menjadi pejabat istana Ayah aku ingin sekali jadi pejabat
istana ucap si Pemuda kepada ayahnya kehidupanmu sudah enak semua kemewahan
sudah kamu dapatkan untuk apa jadi pejabat istana tanya sang ayah
Kalau saya jadi pejabat istana saya pasti akan disegani orang-orang mereka
semua akan membungkuk hormat bila berpapasan denganku jawab si Pemuda
sang ayah hanya tersenyum mendengarnya kamu yakin ingin jadi pejabat istana
tanya sang ayah memastikan 


Iya Ayah saya ingin sekali tapi kemana
aku harus minta bantuan supaya aku bisa menjawab keempat pertanyaan yang akan
diajukan tanya si Pemuda Pergilah ke kota Baghdad dan cari orang
yang bernama Abu Nawas dia itu ulama Sufi Dia tahu semua jawabannya balas
sang ayah maka berangkatlah pemuda ini meninggalkan kampung halaman ia pergi ke
kota Baghdad untuk mencari keberadaan Abu Nawas singkat cerita si Pemuda
berhasil menemui Abu Nawas Ia pun mengutarakan maksud dan tujuannya
Hai anak muda Apakah kamu bersungguh-sungguh dengan keinginanmu tanya Abu Nawas
ia Tuan Abu jawab si Pemuda Baiklah keinginanmu akan saya penuhi
tapi syaratnya untuk satu jawaban kamu harus ikut aku selama tiga hari ujar Abu
Nawas tanpa pikir panjang pemuda itu mengiyakan ajakan Abu Nawas si Pemuda
lalu diajak pergi ke sebuah masjid mengisi waktunya dengan ibadah Abu Nawas dan si Pemuda i’tikaf selama 3
hari di sana 3 hari pun telah selesai si Pemuda menagih janji kepada Abu Nawas
untuk Jawaban pertanyaan pertama Tuan Abu Apa jawaban untuk pertanyaan
pertama apa yang paling benar dan dibenarkan oleh semua orang tanya si Pemuda
itu adalah kematian jawab 

Abu Nawas Terima kasih Tuhan Abu lalu untuk
pertanyaan kedua apa jawabannya tanya si Pemuda kembali
bila ingin tahu jawabannya syaratnya kau harus mengikutiku selama 40 hari apakah
kamu sanggup tantang Abu Nawas si Pemuda sempat bimbang dengan syarat yang kedua
apa tidak Ada cara lain Tuan Abu tawar si Pemuda
terserah kamu Syaratnya hanya itu saja Jawab Abu dawas Baiklah Tuan Abu saya
turuti syaratnya balas si Pemuda selama 40 hari bersama Abu Nawas banyak
pelajaran ilmu dan pengalaman yang didapatkan oleh si Pemuda selama itu
pula Abu Nawas mengajarinya ilmu agama dan akhlak budi pekerti perubahan pun
sedikit demi sedikit mulai tampak pada diri si Pemuda sifatnya yang dulu
sombong dan angkuh kini menjadi pribadi yang santun si Pemuda mulai menyibukkan
dirinya dengan ibadah dan dzikir 40 hari pun berlalu Abu Nawas lalu
berkata kepada si Pemuda wahai anak muda kau telah berhasil
menjalani syarat ini sekarang Katakan padaku apa pertanyaan yang kedua tanya
Abu Nawas Terima kasih Tuan 

Abu pertanyaannya apa yang paling menipu
diantara yang menipu ujar si Pemuda Oh jawabannya adalah dunia balas Abu
Nawas engkau bisa temukan ini di dalam Alquran dunia Itu menipu kita segala yang kita
usahakan siang malam bahkan sampai lupa waktu pada akhirnya akan kita tinggalkan
saat kematian kita datang harta yang kita pakai di alam kubur hanyalah
selembar kain kafan Apakah kamu tahu kenapa dunia dianggap rajanya penipu
tanya Abu Nawas tidak tahu Tuan Abu jawab si Pemuda
sebab jika ada orang menipu kita maka pada kesempatan kedua kita tidak akan
tertipu oleh orang yang sama tapi dunia ini telah menipu dan menghancurkan
manusia terdahulu dan manusia Sampai Akhir Zaman kelak kita terus sibuk
dengan urusan duniawi sampai lupa akhirat padahal Allah sudah mengingatkan
jangan terberdaya oleh dunia dunia hanyalah main-main dunia hanyalah
kesenangan semu Tapi kita tetap saja tertipu Entah sudah berapa kali kita
ditipu olehnya ucap Abu Nawas menjelaskan dengan seksama pemuda ini mendengarkan
uraian yang disampaikan Abu Nawas setelah mendapat jawaban kedua si Pemuda
kembali bertanya Kalau untuk pertanyaan ketiga Apa jawabannya Tuan Abu tanya si
Pemuda untuk kali ini syaratnya lebih berat kamu harus ikut aku selama 4 bulan jawab
Abu Nawas sesaat si pemuda merasa bimbang tapi
karena hasratnya ingin jadi pejabat masih menggebu Ia pun menerima persyaratan tersebut
selama 4 bulan 


Abu Nawas mengajak si Pemuda melakukan perjalanan dakwah
selama 4 bulan itu pula keimanan dan ketakwaan si Pemuda semakin dalam di
samping ilmu agamanya kian bertambah sifat-sifat baik dari dalam dirinya mulai tumbuh subur Panca indranya mulai
terjaga dari maksiat dan dosa Pada akhirnya perjalanan selama 4 bulan pun
telah selesai Sekarang sampaikan padaku apa pertanyaan
yang ketiga ucap Abu Nawas apa yang menguntungkan diantara yang paling
menguntungkan kata si Pemuda memberitahu jawabannya adalah dakwah itu tercantum
dalam Alquran surat Ali Imron ayat 104 terang Abu Nawas
lalu apa pertanyaan yang keempat tanya Abu Nawas melanjutkan
apa yang paling berharga diantara yang paling berharga kata si Pemuda
jawabannya adalah surga itu tercantum dalam Alquran surat at-taubah ayat 


111
begitu berharganya surga sampai Allah telah membeli harta orang yang beriman
digantikannya dengan surga di surga ada bidadari yang jika menetes air liurnya
ke lautan dunia maka seluruh lautan di dunia akan menjadi manis tutur Abu Nawas
setelah mendengarkan penjelasan itu Abu Nawas bertanya kepada si Pemuda
sekarang masihkah keinginanmu untuk menjadi pejabat istana tanya Abu Nawas
dengan beruraian air mata pemuda itu menjawab Tidak Tuan Abu ambisiku
terhadap dunia sudah hilang Aku hanya ingin fokus beribadah selama ini aku
sudah terlena oleh kemewahan dunia sampai aku melupakan Allah Tuhanku dan
aku ingin menebus semua kesalahanku jawab si Pemuda Abu Nawas pun tersenyum bahagia melihat
perubahan sikap pada diri si Pemuda jadi karena alasan itu kah Tuan Abu
selalu menolak tawaran Raja untuk jadi pejabat istana tanya si Pemuda
benar wahai anak muda jawab Abu Nawas si Pemuda lalu pamit pulang kembali ke
kampung halamannya Di sana ia kini menjadi pemuda yang Alim dan rajin
bersedekah sementara ulama yang berniat mengundurkan diri masih tetap menjabat
sebagai penasehat 


istana sebab belum ada seorangpun yang bisa menjawab keempat
pertanyaannya kisah selanjutnya maraknya praktek ramalan tentang nasib
seseorang membuat para pemuda di kota Baghdad jadi malas berusaha mereka hanya
meyakini bila ramalan tentang dirinya bakal sukses ia tak perlu berusaha toh
suatu saat ia bakal sukses Hal inilah yang membuat Abu Nawas miris ia merasa
pemuda zaman sekarang lebih mempercayai ramalan ketimbang kiat berusaha
muncullah ide pada diri Abu Nawas untuk menyadarkan para pemuda dengan cara yang
unik pada esok harinya Abu Nawas memulai
aksinya ia pergi ke pasar untuk berjualan sandal Ia pun menggelar tikar
dan menjajakan dagangannya sandal-sandal yang ia jual ia beri merk
sendiri mereknya adalah sandal ajaib Abu Nawas lalu berteriak kepada
orang-orang menawarkan dagangannya sandal ajaib sandal ajaib silahkan
dipilih teriak Abu Nawas berkali-kali hanya dengan beberapa teriakan datanglah
seorang pemuda menghampiri untuk melihat-lihat dagangannya silahkan Tuan mau membeli sandal tanya
Abu Nawas Iya Apakah ini sandal ajaib tanya Pemuda
tentu saja Tuan jawab Abu Nawas 


dengan cepat Adakah sandal yang bisa merubah hidup
saya yang miskin ini tanya si Pemuda Apa maksud Tuan Tanya balik Abu Nawas
begini Saya sudah lama miskin dan saya ingin sekali Hidup kaya saya ingin
membeli sandal yang bisa memberikan saya keberuntungan ujar si Pemuda
tidak menunggu waktu lama Abu Nawas langsung menunjukkan salah satu sandal
ajaibnya ia mengatakan jika sandal itu bisa membuat pemiliknya dari tidak punya
hingga menjadi punya tertarik dengan kata-kata yang dilontarkan oleh Abu Nawas tanpa
berpikir dua kali pemuda itu langsung membeli sandal ajaib yang dijual Abu
Nawas pemuda itu segera memakai sandal ajaibnya dan meninggalkan Abu Nawas Ia
lalu berkeliling kampung dengan harapan Semoga keberuntungan segera menghampirinya
Pemuda tersebut terus berjalan mengitari kampung-kampung dengan menggunakan sandal ajaibnya itu 


Namun sayang keberuntungan itu tidak kunjung terwujud bukannya mendapat
keberuntungan si pemuda itu justru mendapatkan kemalangan ia hampir saja
dihakimi warga karena dikira seorang pencuri yang sedang wira-wiri mencari
mangsa hari sudah menjelang sore dengan perasaan marah dan kecewa si Pemuda
akhirnya mencari Abu Nawas ia ingin meminta pertanggungjawaban atas semua
hal yang menimpa padanya setelah bertanya ke sana kemari akhirnya
ia menemukan rumah Abu Nawas assalamualaikum Siapa pemuda itu
Waalaikumsalam jawab Abu Nawas eh ternyata Tuan Bagaimana kabar Tuan Tanya
Abu Nawas tersenyum kabar Saya buruk aku tidak merasakan keberuntungan apa-apa
setelah memakai sandal ini aku justru hampir saja mendapatkan celaka aku
hampir tipu keluarga Kampung gara-gara dikira pencuri padahal engkau sudah mengatakan padaku
jika sandal ini akan membawa keberuntungan kepada pemiliknya tapi
Mana buktinya protes pemuda itu dengan tegas maaf tuan seingat saya tidak pernah saya
mengatakan seperti itu sanggah Abu Nawas yang saya ingat 


Saya hanya mengatakan
bahwa sandal ini akan membuat orang yang tidak punya bisa menjadi punya buktinya
sebelumnya Tuan belum memiliki sandal Ajaib Ini sekarang Tuan sudah
memilikinya kata Abu Nawas menjelaskan mendengar penjelasan Abu Nawas pemuda
itu hanya terdiam ia akhirnya sadar bahwa ternyata dirinya sedang salah
tafsir lalu Mengapa engkau mengatakan bahwa sandal ini ajaib tanya pemuda itu
kembali Oh soal itu sandal saya memang mereknya
ajaib tuan Bukan sandalnya yang ajaib ucap Abu Nawas
perlu Tuan ketahui Jangan percaya kepada barang ajaib Jangan pula percaya kepada
ramalan-ramalan meskipun kita diramal menjadi orang sukses tapi kalau kita
tidak giat bekerja dan berusaha selamanya kita akan tetap hidup susah dan percaya kepada ramalan-ramalan itu
sudah termasuk perbuatan Syirik tuan tidak hanya akan hidup susah di dunia
tetapi di akhirat kelak juga akan ditimpa kesusahan karena telah
menyekutukan 


Allah segeralah bertobat dan berdoa kepada Allah agar dilancarkan rezekinya tapi
harus diimbangi dengan usaha dan bekerja setelah mendengar nasehat Abu Nawas
pemuda itu pun menyadari kekhilafnya ia berterima kasih kepada Abu Nawas karena
telah menyadarkannya Sekian dulu perjumpaan kita kali ini sampai bertemu
lagi di kisah selanjutnya Terima kasih wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *