Cerita Abu Nawas menghadapi tiga orang tuli yang bertengkar

Cerita Abu Nawas menghadapi tiga orang tuli yang bertengkar

Assalamualaikum semuanya semoga kalian
semua dalam keadaan sehat dan
dilancarkan rezekinya Amin ya robbal
alamin
dikisahkan ada seorang penggembala yang
mempunyai masalah dengan pendengarannya
alias tuli
meskipun ia tuli sejak lahir ia tak
pernah mengeluh dengan kekurangannya itu
kegiatan sehari-harinya adalah membawa
domba domba gembalaannya di sebuah
Padang rumput berbukit yang tak jauh
dari rumahnya 
AVvXsEj JFrOpMNJtfFUtSuuofWSw3B rwfwVTaYlYJ7SslmohOrSqWgAUp9ThseJl z3cGK7zsqMeoIfIObtF5QkXeWtU9B7wSVfkvdm5pEQQRw nMhxHBw B a5rNccBJpirUlb3 51xFFaPAgmNIJmTM3kVCawjhENkN29h52utZCzSALtxpY4UcOwSHT=w640 h360Pada suatu hari saat ia sedang
menggembalakan domba-dombanya si gembala
merasakan sakit perut ia sudah tak kuat
menahan nya untuk buang air besar
tiba-tiba ia melihat ada seseorang yang
tak jauh darinya sedang atau rumput Ia
pun menghampirinya dan berkata
Hai Kawan tolong jaga domba-domba ini ya
Dan tolong awasi Jangan sampai ada yang
berkeliaran hingga tersesat Aku akan
pulang ke rumah sebentar untuk buang air
besar 
pemotong rumput tersebut ternyata juga
tuli ia tak mendengar apapun yang
penggembala itu Katakan si pemotong
rumput mengira kalau si penggembala mau
meminta rumputnya Ia pun menjawab
enak saja Mengapa kau tidak memotong
rumput nya sendiri aku di rumah juga
banyak hewan ternak yang harus kuberi
makan sudah sana pergi Jangan ganggu aku
kata si pemotong rumput sembari
menggerakkan tangannya karena sama-sama
tak bisa mendengar si penggembala
mengira gerakan tangan yang dilakukan
oleh si pemotong rumput merupakan
isyarat bahwa dirinya dia dan menyuruh
si penggembala agar cepat pulang 
Terima
kasih kawan engkau benar-benar telah
menolongku kata si penggembala Ia pun
lantas segera berlari pulang kerumah
setelah si gembala menuntaskan hajatnya
buang air besar ia kembali menemui si
pemotong rumput si penggembala
menghitung domba-dombanya dengan cermat
dan ternyata jumlahnya masih lengkap
dalam hati ia bergumam sungguh luar
biasa pribadi pemotong rumput itu ia
benar-benar bisa dipercaya ia menjaga
domba-domba aku tanpa mengharap ucapkan
terima kasih sama sekali sungguh pribadi
yang luar biasa
Oh iya salah satu dombaku kan ada yang
pincang Lebih baik aku berikan padanya
sebagai rasa Terima Kasihku 
ini akan
menjadi makanan yang lezat untuk
keluarganya si penggembala lah memanggul
domba tersebut dan menghampiri si
pemotong rumput Hai kawan trimalah
hadiah dariku karena Engkau telah
menjaga domba-domba aku kata si
pengembala sambil menunjukkan domba
pincangnya
melihat hal itu si pemotong rumput malah
menjadi marah Dasar kurang ajar Aku tak
melihat Apapun yang terjadi selama kamu
pergi kenapa kamu malah meminta
tanggungjawab atas pincangnya kaki
dombamu dari tadi aku sibuk memotong
rumput dan sama sekali tak tahu terkait
kejadian yang menimpa pada kaki dombamu
Pergilah Kalau Kau mendekat aku akan
memukulmu fancam si pemotong rumput
dengan nada emosi si penggembala pun
heran kenapa si pemotong rumput malah
marah kepadanya
tiba-tiba lewatlah seseorang dengan
menaiki kuda tapi ternyata dia adalah
seorang pencuri zat yang telinganya juga
tuli dan gundah yang dikendarainya
adalah hasil curian si penggembala lalu
berteriak memanggil si penunggang kuda 
Tuan tolong katakan padaku apa yang
diucapkan si pemotong rumput ini aku ini
tuli Tuan jadi aku tidak mengerti
Kenapa ia menolak pemberianku malah ia
marah kepadaku ucap si pengembala dengan
nada emosi
si pemotong rumput tak mau kalah Ia juga
bicara dengan nada teriak kepada si
penunggang kuda
begini Tuan dari tadi aku sedang
memotong rumput dan tidak tahu apa-apa
tapi tiba-tiba dia meminta tanggungjawab
atas pincangnya teknik domba miliknya
jelas saja saya marah dituduh seperti
itu ucap si pemotong rumput dengan nada
marah si penunggang kuda kemudian turun
dari kudanya dan menghampiri keduanya
karena ia jatuh di ia mengira si
pemotong rumput dan si penggembala
kambing sedang memarahinya 
karena telah
mencuri kudanya
ia benar aku memang barusan mencuri kuda
tapi aku sungguh tidak tahu kalau kuda
ini adalah milik kalian Maafkan aku
kawan kata si penunggang kuda
Sudah aku katakan aku tidak tahu apa-apa
terhadap pincangnya domba orang ini
teriak si pemotong rumput Hai kawan
suruh ya Katakan padaku mengapa ia
menolak pemberianku teriak si
penggembala
Iya aku mengaku mencuri kuda tapi aku
tulis jadi aku tidak tahu siapa diantara
kalian yang pemilik kuda ini teriak si
penunggang kuda
di tengah-tengah keributan yang terjadi
melintas lah Abunawas di hadapan mereka
kalah itu Abu Nawas sedang mengalami
sakit gigi
Hai untuk menggerakkan mulutnya saja
sakit Bukan main apalagi untuk berbicara
ketika mereka melihat kehadiran Abunawas
mereka mengira Abu Nawas adalah seorang
sufi yang Alim dan Sakti 
karena dari
penampilannya Abunawas menggunakan jubah
layaknya ulama Sufi terpandang si
pemotong rumput lalu menarik jubah Abu
Nawas ia berkata dengan berteriak kepada
Abu Nawas untuk meminta keadilan Tuan
Sufi Tolonglah saya mereka menuduhku
melukai dombanya si gembala juga berkata
kepada Abu Nawas dengan nada teriak
wahai tuan Sufi Aku hanya ingin
memberikan domba tapi dia malah
memarahiku si pencuri kuda juga ikutan
berkata Tuan Sufi saya akui saya
bersalah saya sudah mengaku mencuri tapi
aku tulis saya tidak bisa perkataan
mereka Jadi saya tidak tahu siapa
sebenarnya pemilik kuda ini mendengar
pengaduan mereka dengan nada teriak
membuat sakit gigi Abunawas bertambah
tidak karuan Ia hanya bisa menatap tajam
penuh amarah ke arah mereka
mata hitam Abu Nawas menusuk tajam ke
mata mereka bertiga 
secara bergantian
mereka mengira Abu Nawas sedang berusaha
keras mencari petunjuk atas kebenaran
dari situasi ini
mereka bertiga pun mulai takut dengan
sorot mata tajam Abunawas Mereka takut
kalau-kalau Abunawas akan menyihir
mereka atau setidaknya Abunawas akan
mengendalikan kemauan Mereka
melihat sikap Abu Nawas yang menakutkan
itu si pencuri Langsung Melompat ke
punggung kudanya dan segera memacu lari
kudanya kencang-kencang
begitu pula dengan si penggembala ia
segera 
Giring gembala anyak menjauh dari
Abu Nawas
sementara si pemotong rumput yang sedari
tadi gemetaran ia segera mengemasi hasil
sabitan rumputnya kedalam kantong dan
mengangkatnya di bahu lalu berlari
menjauhi Abunawas setelah ketika orang
tersebut berlari karena ketakutan
Abunawas lalu melanjutkan perjalanannya
Ia pun berpikir dalam hati kadang-kadang
kata-kata tak berfungsi apa-apa dan
tidak terlalu berguna mungkin lebih baik
orang tidak perlu banyak bicara
Sekian dulu perjumpaan kita kali ini
sampai bertemu lagi di kisah selanjutnya 
Wassalamualaikum
warahmatullah wabarakatuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *