Cerita Abu Nawas Mendapatkan Tantangan Bahaya

Cerita Abu Nawas Mendapatkan Tantangan Bahaya

Assalamualaikum
semuanya semoga kalian semua dalam
keadaan sehat dan dilancarkan rezekinya
Amin ya robbal alamin di sebuah warung
kopi teman-teman Abu Nawas sedang
membicarakan dirinya mereka kagum dengan
kecerdikan Abu Nawas setiap kali sang
raja memberikan tantangan selalu dapat
dikalahkannya walhasil Abunawas sering
Pulang membawa hadiah salah satu dari
mereka berkata aku ada itu sebuah
Tantangan untuk Abunawas tapi kayaknya
Abu Nawas tidak
funny Kalaupun dia menerima tantangan
ini yang pasti dia akan kalah dan
bisa-bisa dihukum pancung oleh sang raja 
AVvXsEg40PXoVTAyy0 zz 5HwY43VHpO0PtGF33BJGt5v1nnVHoO0NODasJttc8Q 2JUkML3HncSK3sxXBfHcSINPy2gQrTvQHByWtd0glp9v6I9RKPE44pY1iaNuvnORtqnnGvl21 YIiSc2iMR 4WkZmcJSGpLi J0z9ho4jXCOVdFs6c uubqQMk5HS0 =w640 h360


Apakah itu tanya mereka
penasaran aku akan menantang Abunawas
untuk memantau tiba juga Raja jawabnya
setelah ditunggu-tunggu akhirnya Abu
Nawas datang Nah ini Abu Nawas datang
rata salah seorang dari mereka ada apa
emangnya tanya Abu Nawas kami semua tahu
kecerdikan mu sering membuat Paduka Raja
kwalahan apapun tantangan dari Paduka
Raja bisa kamu kalahkan tapi kami punya
tantangan untukmu Itupun kalau kamu
berani kata mereka membuka percakapan
apa yang harus kutakutkan tidak ada yang
perlu ditakuti kecuali Allah kata Abu
Nawas menantang
Hai mereka kembali berkata selama ini
belum pernah ada seorangpun yang berani
memanfaatkan Paduka Raja bukankah begitu
Hayatun 

Awas Tentu saja tidak ada yang
berani karena itu adalah pelecehan berat
hukumannya pasti dipancung kata Abu
Nawas memberitahu Nah itu dia Apakah
engkau berani melakukannya tentang
mereka sudah aku katakan aku hanya takut
kepada Allah kalau aku bisa memantau
tipe juga raja apa imbalannya kata Abu
Nawas balik menantang seratus keping
uang emas namun syaratnya Paduka Raja
harus tertawa ketika kau pantat yg jawab
mereka Baiklah aku terima tantangan itu
kata Abu Nawas Kapan kamu akan
melakukannya sebagai bukti kami juga
harus menyaksikan kamu meminta tipe
tukaraja balas
ah minggu depan Paduka Raja akan
mengadakan jamuan kenegaraan para
menteri pegawai istana dan orang-orang
diundang termasuk aku hadirlah kalian
disana dia charter sebut nanti aku akan
memantau Paduka Raja 

Hari yang ditunggu
pun tiba kawan-kawan Abu Nawas segera
mendatangi acara yang diadakan oleh
istana saat Acara sudah dimulai Abunawas
tak kunjung datang sambutan dari para
menteri dan petinggi kerajaan telah
selesai namun Abu Nawas masih belum juga
datang teman-teman Abunawas saling
berbisik satu sama lain kalau Abu Nawas
tidak berani datang Mereka pun senang
karena kali ini Abunawas harus mengakui
kekalahannya tibalah saatnya sambutan
terakhir yang akan disampaikan oleh
Paduka Raja semuanya terdiam mendengar
pidato Paduka raja
Tegar aja tengah berpidato datanglah Abu
Nawas tak seperti biasanya kali ini Abu
Nawas duduk di tempat paling belakang ia
duduk di atas tanah di halaman istana
kehadiran Abunawas membuat
kawan-kawannya kaget sedangkan Paduka
Raja heran dengan kelakuan Abu Nawas 

Ia
pun memanggil Abu Nawas Hai Abu Nawas
majulah dan duduklah di atas karpet
nanti Pakaian kotor karena duduk diatas
tanah Tambun Paduka yang mulia
sebenarnya hambah ini sudah duduk di
atas karpet jawab Abu Nawas Paduka Raja
bingung mendengar pengakuan Abu Nawas
karena yang ia lihat Abunawas duduk
diatas tanah karpet yang mana yang
engkau maksudkan wahai Abu Nawas tanya
Paduka Raja masih bingung karpet hamba
sendiri Paduka yang mulia sekarang hamba
selalu membawa karpet kemanapun hamba
ini jawab Abu Nawas tetapi sejak tadi
aku tidak melihat karpet yang engkau
bawah kata Paduka Raja bertambah bingung
Baiklah Paduka yang mulia kalau memang
Paduka Raja ingin tahu maka dengan
senang hati hamba akan menunjukkannya
kata Abu Nawas sambil beringsut maju
kedepan setelah cukup dekat dengan
Paduka Raja Abu Nawas berdiri kemudian
menungging menunjukkan potongan karpet
yang ditempelkan di bagian pantatnya
posisi Abunawas ini seolah-olah reman
Tati 

Baginda Raja melihat ada sepotong
karpet menempel di bantal Abunawas
Paduka Raja tak bisa membendung tawa
sehingga beliau terpingkal-pingkal
diikuti oleh para petinggi istana
sementara kawan-kawan Abu Nawas mengakui
kekalahannya mereka tak menyangka
Abunawas bisa sampai Sedetik itu
ini sampai bertemu lagi di kisah
selanjutnya Wassalamualaikum
warahmatullah wabarakatuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *