Cerita Abu Nawas Menaklukan Gajah Besar

ABU NAWAS MENAKLUKAN GAJAH BESAR 

Assalamualaikum
semuanya semoga kalian selalu dalam
keadaan sehat dan dilancarkan rezekinya
Amin ya robbal alamin pada hari yang
teduh sore itu Abu Nawas membuang
kejenuhan dengan jalan-jalan keliling
kampung tumben Kampung ini sepi teman
orang-orang Biasanya banyak yang
tongkrongan di pinggir jalan ucap
Abunawas dalam hati kemudian ia berjalan
menuju warung yang biasa dijadikan
tongkrongan warga di tempat itu juga
sepi tidak ada orang yang berkumpul
akhirnya Abu Nawas memutuskan untuk
pulang kerumah 
AVvXsEjqEqjL0i2va0BPC7Rcp4JT6Q0R edyF5LUUsXXAuUo8B7aKuQcTOVOUagxPocdbKxS3cpdNF2CYQ07r8vki1fZOdPlExBhZEoTKlECP9px9UnAd1DwgZdDz rJHwJ7rxo9emv3ebQzGWT9gvEOgojKyFs3f33Q0wGznoGw9C2ZaIXSvO1eSkhSFv7a=w640 h360

tapi tiba-tiba dari
kejauhan
ia melihat banyak orang berkerumunan di
lapangan suara tawa dan tepuk tangan
terdengar begitu meriah pantesan jalanan
kampung sepi ternyata ada tontonan
menarik di lapangan ucap kebun Awas
Karena penasaran Ia pun mendatangi
tempat itu ada tontonan apa ini tanya
kebun Awas kepada salah satu warga ada
pertunjukkan gajah ajaib jawabnya
singkat gajah Aceh gimana maksudnya
tanya Abu Nawas semakin penasaran 

Gajah
itu bisa mengerti bahasa manusia
jawabnya lagi benar saja saat Abunawas
merangsek ke depan tampaklah seekor
gajah dan bawangnya sedang beratraksi
Hai di tengah pertunjukan sedang
berlangsung sang pawang menawarkan
hadiah menggiurkan Ayo siapa saja yang
sanggup membuat kepala gajah mengangguk
saya kasih hadiah teriak sang pawang
kepada warga yang hadir Tapi sebelumnya
sang pawang membisikkan kepada gajah
tersebut apapun yang ditanyakan oleh
nonton kau harus menjawab dengan
menggelengkan kepala bila ada yang
menarik kepalamu dengan paksa untuk
mengangguk kamu tidak boleh kalah karena
tenagamu lebih besar dari manusia lalu
gereja itu menatap sang pawang seolah
mengerti dan menuruti perkataannya
Abunawas 

melihat dengan cermat kelakuan
bejat itu gajah yang luar biasa ia bisa
tahu bahasa manusia gumam Abunawas Ayo
yang bisa membuat cecak ini mengangguk
dapat hadiah teriak sang pawang kembali
karena tergiur dengan hadiah menarik
banyak warga
maju mereka satu persatu berusaha dengan
berbagai macam cara tapi tak ada yang
berhasil membuat kepala gajah mengangguk
sedangkan Abu Nawas masih berpikir keras
cara melakukan gajah tersebut Bukankah
Gajah itu mengerti bahasa manusia aku
punya ide untuk menaklukannya ujar Abu
Nawas dalam hati Ayo siapa lagi yang mau
mencobanya teriak sang pawang Abu Nawas
langsung mengacungkan tangannya Seraya
berkata saya Pak Inilah saat yang
ditunggu-tunggu warga mereka penasaran
cara apa yang akan dilakukan oleh Abu
Nawas mengingat Abunawas terkenal dengan
kecerdikannya setelah Abu Nawas
berhadapan dengan gajah 

iapun bertanya
Kamu tahu siapa aku Gajah itu
menggelengkan kepalanya Apakah kau tidak
takut kepada aku tanya Abu Nawas lagi
lagi lagi gaje
Chung menggeleng Apakah kau takut kepada
Tuhanmu tanya Abu Nawas memancing kerja
itu diam sepertinya kebingungan untuk
menjawab bila Ia menggeleng nanti sama
majikan akan marah karena dikira ia
berani kepada majikan tapi bila ia
mengangguk berartinya tidak patuh kepada
majikan jika ladaza itu sedang
kebingungan Abunawas menggertak kalau
kau tetap diam akan aku laporkan kamu
kepada Tuhanmu 

Kalau kamu tidak takut
kepada dia akhirnya tega itu terpaksa
mengangguk seluruh pengunjung
terperangah dan kagum Abunawas berhasil
membuat Gajah itu mengangguk Ia pun
memenangkan hadiah besar sore itu Abu
Nawas menang pertunjukan pun bubar sang
pawang pulang dengan perasaan dongkol
kepada gajahnya Ia pun bertekad akan
mengalahkan Abunawas pada lain hari
selanjutnya si pemilik gajah melatih
binatang
yaitu lebih keras lagi ia mengancam akan
menghukum berat sigajah bila tak
menuruti perintahnya kali ini si gajah
dilatih dan diperintahkan untuk
menggeleng apapun yang akan ditanyakan
oleh penonton Nanti pokoknya harus
dijawab dengan menggelengkan kepala
terutama oleh si Abu Nawas saat hari
balas dendam itu tiba 

sang pawang
kembali mengadakan sayembara Siapa yang
bisa membuat gajahnya geleng kepala akan
diberi hadiah besar banyak para warga
yang mencobanya tapi tak ada yang
berhasil Dan ketika semua warga menyerah
datanglah Abu Nawas belakangan melihat
kedatangan Abu Nawas para warga
menyambutnya dengan tepuk tangan sang
pawang melirik kearah Abu Nawas dengan
sinis kali ini kau tidak akan bisa
mengalahkanku ucap sang pawang dalam
hati Apakah Anda juga mau ikut Silahkan
tanya sang pawang kepada Abu Nawas
seperti biasa Abunawas mendekati
cek tersebut Taukah kau siapa aku tanya
Abu Nawas 

Gajah itu mengangguk Apakah
kau tidak takut kepadaku Gajah itu tetap
mengangguk Apakah kau tidak takut kepada
Tuhanmu pancing Abunawas Gajah itu pun
tetap mengangguk karena si gajah tidak
mau tertipu untuk kedua kalinya akhirnya
Abu Nawas mengeluarkan bungkusan kecil
berisi balsem Taukah kau apa guna balsem
ini Gajah itu tetap mengangguk Baiklah
Bolehkah aku gosok selangkangannya
dengan balsem Gajah itu tetap mengangguk
lalu Abu Nawas menggosok selangkangan
Gajah itu tentu saja sih gajah merasa
agak kepanasan dan mulai panik kemudian
Abu Nawas mengeluarkan bungkusan yang
cukup besar bungkusan itu juga berisi
balsem 

Maukah engkau bila balsem ini
kuhabiskan untuk menggosok
selangkanganmu and
juga bunawas Gajah itu mulai ketakutan
saking takutnya ia sampai lupa dengan
ancaman sang majikan sehingga ia
terpaksa menggeleng-gelengkan kepala
sambil mundur beberapa langkah Abunawas
berhasil memenangkan hadiah kembali
sedangkan sang pawang pulang dengan
perasaan kecewa ia tak mau lagi
mengadakan pertunjukan di kampungnya
Abunawas sampai bertemu lagi di kisah
selanjutnya Wassalamualaikum
warahmatullah wabarakatuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *