Cerita Abu Nawas membodohi raja sebrang

Cerita Abu Nawas  membodohi raja sebrang

Assalamualaikum semuanya semoga kalian
semua dalam keadaan sehat dan
dilancarkan rezekinya Amin ya robbal
alamin
dikisahkan ada seorang raja kafir yang
terkenal dengan sifat kejamnya sehingga
banyak rakyatnya yang jadi menderita dan
senantiasa dicekam ketakutan
Ambisi sang raja tersebut ingin tenar
dan terkenal seperti halnya Raja Harun
al-rasyid 
AVvXsEgZKNG0GGx9tZgmq0MXbci ouJY fO7YYjqPAH3RGTj MeM2D Ym36XAL2lMQzHkE2qgjRE8JBfWWp8ct OZd2TufQ2qLGYvbtgIzhphWvnCcLCawrvr2ecoxDBQ8IMLsRysKjPu6PSYcgW7rfg9 xJwzwrQryHY9YkhkB5XAjmuPNEgyXgs8wkOF7r=w640 h360
Tapi sayangnya Ia menggunakan
cara yang salah kalau Raja Harun
al-rasyid terkenal karena memang beliau
adalah raja yang bijak dan sayang kepada
rakyatnya
sedangkan raja yang satu ini justru
terkenal dengan kekejamannya
suatu ketika atas perintah Raja Harun
sih Abu Nawas pergi ke negeri Dimana
raja kejam itu berkuasa
tujuannya datang ke negeri itu untuk
menyampaikan undangan dari Raja Harun
al-rasyid kepada raja di negeri tersebut 
ketika Abu Nawas mulai memasuki kota
tanpa sengaja ia berpapasan dengan
rombongan kerajaan
melihat ada orang asing di negerinya
sang raja pun memanggil orang asing
tersebut yang tak lain adalah Abu Nawas
Hey siapa kamu dan dari mana asalmu
tanya sang raja
ampun Paduka saya adalah Abu Nawas Saya
dari negeri Baghdad jawab Abu Nawas
Apa tujuanmu datang kemari tanya Raja
itu kembali saya diperintahkan Baginda
Harun al-rasyid untuk menyampaikan
undangan kepada Paduka tutur Abunawas oh
Baiklah Mari ikut aku ke istana ajak
Raja kafir tersebut 
Setibanya di istana
Abunawas dijamu berbagai macam hidangan
layaknya tamu terhormat Ia pun
dipersilahkan duduk berdampingan dengan
sang raja
kalau kamu sampai dipercaya menyampaikan
undangan dari Raja Harun al-rasyid
berarti Engkau adalah orang yang sangat
dekat dengan rajamu mungkin juga engkau
sering dimintai nasehat oleh rajamu kata
Sang Raja membuka percakapan
ya bisa dikatakan seperti itu jawab Abu
Nawas
Hei Abunawas Saya dengar para penguasa
Islam mempunyai gelar 
Dengan nama Allah
seperti misalnya Al muwafiq Billah Al
Mutawakkil alallah
al-mu’tashim Billah dan lain-lain
menurutmu clear apakah yang pantas
disematkan untukku tanya raja pun
mendapat pertanyaan seperti itu Abu
Nawas pun kaget tidak mungkin rasanya
Raja kafir seperti dia disandingkan
dengan nama Allah apalagi dia terkenal
bengis dan kejam kepada rakyatnya Abu
Nawas pun berpikir sejenak Tak lama
kemudian ia menemukan jawabannya
begini Paduka Saya kira gelar yang
paling pantas untuk Anda adalah
naudzubillah jawab Abu Nawas
Oh begitu ya Balas sang raja mengangguk
padahal tidak paham artinya aku ada
pertanyaan lagi nih Abunawas setiap
benda yang ada di dunia ini pastikan ada
harganya menurutmu 
Berapakah harga ku
tanya sang raja itu kembali
kali ini Abu Nawas menjawab sekenanya
tanpa banyak berpikir
kalau saya taksir harga part 2 sekitar
100 Dinar jawab Abu Nawas
raja tersebut tidak terima dengan
jawaban Abu Nawas keterlaluan Apa kau
tahu bahwa ikat Pinggangku saja harganya
sudah 100 Dinar bentak sang raja
tepat sekali Pak juga balas Abu Nawas
memang yang saya nilai dari anda hanya
sebatas ikat pinggang itu saja karena
anda lebih mementingkan perut Anda
daripada rakyatnya jawab Abu Nawas
menjelaskan sang raja pun hanya terdiam
karena Ia memang mengakui hal itu
Oh ya bunawas sebelum engkau pulang aku
ada pertanyaan satu lagi ucap sang raja
kepada Abu Nawas
Oh silahkan Tuan Saya siap menjawabnya
balas Abunawas 
menurut keyakinan agama mu kalau aku
mati nanti kelak di akhirat tapak ah aku
ditempatkan bersama orang-orang yang
mulia atau yang hina tanya sang raja
penasaran bukan Abunawas namanya kalau
ia tak dapat menjawab pertanyaan semudah
ini
Raja Penakluk seperti anda Insyaallah
akan ditempatkan bersama raja-raja dan
tokoh-tokoh yang telah menghiasi sejarah
ujar Abu Nawas
benarkah begitu Abu Nawas tanya sang
raja kegirangan
tentu saja benar tuan-tuan akan
ditempatkan bersama raja Firaun Raja
Namrud dan raja heraklius jawab Abu
Nawas
karena sang raja tidak tahu tentang
sejarah dalam agama Islam iapun terlihat
gembira mendengar jawaban Abu Nawas sang
raja kemudian memberikan hadiah kepada
Abu Nawas sebagai oleh-oleh untuk
dibawanya pulang segan dulu perjumpaan
kita kali ini sampai bertemu lagi di
kisah selanjutnya Terima kasih 
Wassalamualaikum
warahmatullah wabarakatuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *