Cerita Abu Nawas Ingin Dilukis Sebelum Mati

Assalamualaikum semuanya semoga kalian
semua dalam keadaan sehat dan
dilancarkan rezekinya Amin ya robbal
alamin
suatu kali Nasrudin kedatangan
sahabatnya yang Seorang pelukis karena
Sudah lama tak bertemu mereka pun
berbincang-bincang saling melepas kangen
satu sama lain
di sela-sela obrolannya Nasrudin berkata
kepada sahabatnya
kawan Bukankah kamu pandai melukis
Maukah kau melukisku tanya Nasrudin
Oh tentu saja saya mau jawab sahabatnya
tapi begini kawan saya tak punya uang
untuk membayarmu ujar Nasrudin
kamu itu kan kawan lama saya Nasrudin
Aku tidak akan meminta bayaran padamu
balas sahabatnya
Benarkah Terima kasih kawan sahut
Nasrudin kegirangan
nanti lukis aku seolah aku memakai jubah
yang mahal dan disampingku dikasih
gambar sekarung emas minta Nasrudin
mendengar 
Putri%20Duyung%20dan%20Lumba lumba%20(7)

permintaan Nasrudin tersebut
membuat sahabatnya merasa heran Tapi kan
kamu tidak punya semua itu ujar
sahabatnya
aku tahu pokoknya turuti saja
permintaanku kata Nasrudin lalu Apa
tujuanmu diduduki seperti itu tanya
sahabatnya penasaran nanti Seandainya
aku mati sebelum istriku Aku yakin dia
akan segera menikah lagi dan aku ingin
suami barunya menjadi gila gara-gara
mencari emas dan jubah mahal yang aku
kenakan di lukisan itu balas Nasrudin
sahabatnya spontan tertawa
terpingkal-pingkal dengan ulah Nasrudin
tersebut
kisah selanjutnya
dikisahkan Nasrudin bekerja di sebuah
toko pakaian pakaian yang dijual
terbilang sangat berkelas tidak ada
satupun yang harganya murah
suatu hari ada seorang wanita masuk ke
toko Nasrudin untuk membeli pakaian
wanita tersebut sibuk melihat-lihat
pakaian yang dirasa cocok dan menarik
setelah menemukan baju pilihannya Ia pun
membungkuk untuk melihat lebih dekat
disaat itulah secara tidak sengaja si
wanita kentut ia jadi merasa sangat malu
dan segera melihat di sekelilingnya
dengan gugup Apakah ada yang
memperhatikannya atau tidak saat ia
kentut
syukurlah ternyata tidak ada orang pikir
Si wanita merasa lega tapi ketika ia
berbalik ternyata Nasrudin ada tepat di
belakangnya maka si wanita mendadak
menjadi 


merah dan pucat menahan rasa
malu
tapi dengan wajah tenang dan pura-pura
tidak tahu Nasrudin menyapa si wanita
dengan sopan Selamat datang ibu-ibu
sedang mencari baju model apa tanya
Nasrudin Oh Ternyata dia tidak mendengar
kentut saya syukurlah batin si wanita
merasa tenang ini saya mau beli baju
yang bagus itu berapa harganya tanya si
wanita sambil menunjukkan baju yang
dipilihnya
baju itu baju yang paling mahal di toko
ini Bu jawab Nasrudin
katakan saja berapa harganya De saksi
wanita
bukannya apa-apa Bu tadi waktu Ibu baru
melihatnya saja langsung membuat Ibu
kentut Jika dengan melihatnya saja bisa
membuat ibu gendut maka ibu akan berak
Ketika saya memberitahu harganya jawab
Nasrudin seketika si wanita langsung
pergi meninggalkan toko Nasrudin sambil
menahan rasa malu
kisah selanjutnya
dikisahkan di negeri seberang terdapat
sebuah kerajaan yang aman adil makmur
dan Sentosa karena dipimpin oleh raja
yang bijaksana sang raja sudah memimpin
kerajaan sejak usia muda hingga sekarang
di masa tua belum pernah digantikan oleh
siapapun dan rakyatnya tak pernah
keberatan karena sang raja memerintah
kerajaan dengan cukup adil
suatu kali sang raja merasa jenuh ia
ingin istirahat menjadi raja selama
setahun namun uniknya ia tidak
menyerahkan posisi Raja kepada anak
keturunannya Tetapi malah mengadakan
sayembara untuk mencari sosok yang
pantas menjadi raja
disebarlah pengumuman ke 


seluruh negeri
bahwa Raja akan Mencari Pengganti
Siapapun boleh menjadi raja dari rakyat
jelata sampai kaum bangsawan tapi ada
dua syarat yang harus dijalani syarat
pertama dia akan dijadikan raja selama
setahun syarat kedua setelah menjadi
raja selama setahun maka ia harus
diasingkan di sebuah hutan belantara
yang dihuni oleh ribuan binatang buas
syarat pertama tentu saja bukan masalah
besar justru merupakan suatu
keberuntungan Siapa sih yang tidak mau
menjadi raja dengan segala kekuasaan dan
kemewahan yang akan didapatkan namun
syarat yang kedua membuat orang-orang
yang berhasrat menjadi raja akan
berpikir dua kali karena semua orang
tahu seperti apa hutan belantara hutan
rimba yang liar yang penuh dengan
binatang buas
siapapun yang dibuang ke sana sama saja
dengan bunuh diri dan Karena itulah
sayembara tersebut belum ada yang berani
mengajukan diri menjadi raja
akhirnya suatu hari datang seorang
pemuda yang menyatakan kesanggupannya
menjadi raja dan menerima dua syarat
tersebut pemuda ini sebenarnya adalah
pemuda biasa yang ingin merasakan
bagaimana nikmatnya menjadi raja karena
selama ini ia hidup pas-pasan
dan setelah berpikir panjang lebar ia
nekat untuk melamar menjadi raja maka
diangkatlah dia menjadi raja dan mulai
saat itu Ia mendapatkan pelayanan
layaknya seorang raja Harta berlimpah
wanita cantik makan dan minuman enak dan
fasilitas istimewa lainnya tapi sayang
ternyata ketakutannya akan kematian
membuatnya tak bisa menikmati semua itu
tiga 


bulan pertama dia mulai gelisah
karena umurnya tinggal 9 bulan lagi 3
bulan kedua ia makin tak tenang makan
tak enak tidur tak nyenyak 3 bulan
ketiga ia mulai menyesali keputusannya
menjadi raja tiga bulan terakhir ia
semakin stres berat karena hidupnya
tinggal beberapa bulan lagi dan
kesenangan yang ia cari selama ini tak
bisa ia rasakan dan ketika masa
jabatannya sebagai raja sudah berakhir
lalu dibuanglah dia ke hutan belantara
Tak Butuh waktu lama terdengar kabar ke
seluruh negeri jika pemuda itu tewas
dimakan binatang buas pemuda itu tewas
Tanpa sempat mendapatkan kenikmatan dan
kepuasan dunia yang ia cari dengan
adanya peristiwa tersebut membuat
orang-orang yang enggan melamar menjadi
raja buat apa hidup enak selama setahun
jika pada akhirnya harus mati
tapi ternyata masih saja ada Pemuda lain
yang ingin melamar menjadi raja maka
diangkatlah Pemuda kedua ini menjadi
seorang raja
3 bulan pertama menjadi raja Ia
puas-puaskan berpesta karena sadar
hidupnya tak akan lama lagi 3 bulan
kedua dan berikutnya hari-harinya ia
habiskan dengan foya-foya dan pesta pora
bulan berganti bulan pestanya makin
gila-gilaan ia sudah tak peduli lagi
pada apapun Ia hanya ingin
bersenang-senang 


sebelum mati setelah
jabatannya sebagai raja berakhir lalu
dibuanglah ke hutan belantara tidak
Berapa lama terdengar kabar bahwa dia
tewas diterkam singa tubuhnya
dicabi-cabik dan jadi rebutan makanan
para singa
Pemuda kedua ini masih mending daripada
pemuda yang pertama
setidaknya Ia mendapatkan kenikmatan dan
kepuasan dunia sebelum dia mati
dua pemuda yang tewas ini membuat banyak
orang melupakan mimpinya menjadi raja
mereka masih penasaran Apakah masih ada
orang yang cukup bodoh untuk melamar
menjadi raja
suatu hari Abu Nawas melancong ke negeri
tersebut tujuannya adalah menemui
sahabat lamanya yang kebetulan merupakan
penduduk negeri itu
Sesampainya di sana dengan penuh
kehangatan Abu Nawas disambutnya mereka
berdua saling melepas kangen satu sama
lain di sela-sela obrolannya Abu Nawas
merasa iba dengan kondisi sahabatnya itu
ia kini hidup miskin tinggal di gubuk
kecil reot hanya seorang diri
mana istrimu tanya Abu Nawas
semenjak Aku Jatuh Miskin ia pergi
meninggalkanku jawab sahabatnya
Ya sudah yang sabar ya Yang penting kamu
jangan tinggalkan sholat dan jangan lupa
berdoa kepada Allah agar Allah
membukakan pintu rezeki untukmu tutur
Abu Nawas
Alhamdulillah aku tidak pernah tinggal
sholat Bahkan aku sekarang 


rajin
berpuasa sunnah balas sahabatnya
Oh iya ngomong-ngomong Mana nih
makanannya dari tadi kenapa belum keluar
celetuk Abu Nawas
Maaf Abu Nawas aku sudah tidak punya
apa-apa aku sendiri kadang sehari makan
kadang tidak ujar sahabatnya Mendengar
hal itu membuat hati Abu Nawas semakin
terenyuh Kenapa tidak mencari kerja
upahnya kan bisa untuk beli makanan
tanya Abu Nawas
Setiap hari aku keluar untuk cari
pekerjaan tapi belum juga aku dapatkan
mungkin belum rezeki saya jawab
sahabatnya
kalau mau nekat sih sebenarnya aku bisa
Bahkan aku menjadi raja dan kaya raya
tapi itu hanya sementara setelah itu aku
mati diterkam binatang buas di hutan
belantara kata sahabatnya melanjutkan
maksudmu Bagaimana tanya Abu Nawas heran
kemudian sahabatnya itu memberitahu
tentang sayembara yang diadakan rajanya
mendengar sayembara tersebut Abu Nawas
terdiam sejenak tiba-tiba terlintas di
benak Abu Nawas sebuah ide yang
cemerlang
kamu ingin hidup kaya aku akan
membantumu sekarang juga antarkan aku ke 


hadapan rajamu Aku mau mendaftar menjadi
raja ucap Abu Nawas
Kamu gila ya jangan Abu Nawas itu sama
saja bunuh diri cegah sahabatnya
Sudahlah turuti saja perkataanku timbal
Abu Nawas
maka diantarlah Abu Nawas ke istana
untuk menemui sang raja
Ada perlu apa kalian datang kemari tanya
sang raja
maaf tuan raja saya Abu Nawas dari
negeri seberang Ingin mendaftar menjadi
raja Itupun kalau tuan raja mengizinkan
ucap Abu Nawas
Oh tentu saja boleh siapapun
dipersilahkan menjadi raja tapi ada dua
syarat yang harus dijalani ujar sang
raja saya siap Paduka yang mulia tapi
saya minta satu permintaan
izinkan sahabatku ini menjadi pengawal
pribadi saya kata Abu Nawas sambil
menunjuk sahabatnya yang berdiri di
sampingnya
Oh silahkan saja saat kamu menjadi raja
setahun kamu berhak atas segala
sesuatunya termasuk mengatur semua
prajurit kerajaan beserta para
menterinya tapi ketika masamu menjadi
raja berakhir sahabatmu juga harus ikut
kamu dibuang ke hutan belantara timbal
sang raja
sahabat Abu Nawas ini kaget dan sempat
menolak dijadikan 


pengawal pribadinya
namun akhirnya Abu Nawas berhasil
membujuknya
mendengar ada yang melamar menjadi raja
lagi membuat masyarakat penasaran
sebagian menertawakan kebodohan tersebut
sementara yang lain merasa iba dan
kasihan Abu Nawas pun akhirnya diangkat
menjadi raja dan ia diberi segala
kemewahan dan kemudahan serta fasilitas
layaknya seorang raja ternyata berbeda
dengan dua pemuda sebelumnya Abu Nawas
tidak berpesta pora dan foya-foya namun
Ia membuat beberapa tindakan selama ia
menjadi raja
tiga bulan pertama Abu Nawas memerintah
ribuan prajurit untuk membabat habis
hutan belantara dan memindahkan semua
binatangnya ke tempat lain
sebagai raja tentu perintahnya Harus
dipatuhi
walhasil setelah 3 bulan berlalu hutan
belantara tempat ia akan dibuang kini
menjadi tanah kosong yang siap huni 3
bulan kedua Abu Nawas memerintahkan para
arsitek membuat istana megah untuk
dirinya tentunya dengan uang kerajaan
yang ia kuasai Abu Nawas bisa membangun
apa saja termasuk membangun istana di
tanah yang dulunya adalah hutan
belantara maka dalam jangka waktu 3
bulan berdirilah istana megah dan kokoh
3 bulan ketiga Abu Nawas memerintahkan
para prajurit membawakan harta dan
perabotan dikirim ke istana yang baru
saja ia bangun 3 bulan terakhir Abu
Nawas menawarkan kepada masyarakat Siapa
saja yang mau pindah di wilayah
istananya akan dibuatkan rumah dan
diberi modal uang untuk berdagang
kesempatan bangunan tersebut tidak
disia-siakan 


warga ratusan orang
mendaftarkan diri untuk pindah di
sekitaran istana Abu Nawas selama 3
bulan terakhir tempat yang tadinya hutan
belantara kini berubah menjadi pemukiman
penduduk bahkan di sana Abu Nawas
mempunyai istana dengan dipenuhi harta
kekayaan dan akhirnya habislah masa
jabatan Abu Nawas sebagai raja dan
sesuai perjanjian Abu Nawas dan
sahabatnya dibuang ke hutan belantara
yang kini sudah menjadi pemukiman
penduduk
Sesampainya di sana Abu Nawas dan
sahabatnya memasuki istana barunya
ini semua untuk kamu kamu sekarang sudah
menjadi orang kaya tapi jangan lupa
untuk bersedekah tutur Abu Nawas
sahabatnya itu terkejut Bukan main ia
langsung merangkul Abu Nawas dan
mengucapkan terima kasih
akhirnya Abu Nawas pun pamit pulang
kembali ke kampung halamannya
kisah selanjutnya
lama sudah Abu Nawas tidak bertemu
Baginda Raja ia sangat merindukan
kebersamaan dengan rajanya itu biasanya
dalam satu bulan ia sampai 4 kali
dipanggil ke istana untuk menemani sang
raja ngobrol bersama
namun sudah hampir setengah tahun
berjalan Baginda Raja belum juga
memanggilnya hingga terbesit dalam 


benak
Abu Nawas kalau Baginda Raja sudah
melupakan dirinya sebenarnya Abu Nawas
bisa saja langsung datang ke istana
untuk menemui rajanya sebab Ia salah
satu orang yang diberi keistimewaan
khusus oleh raja bisa keluar masuk
istana kapan saja namun kalau ia
menemuinya tanpa ada kepentingan ia
khawatir para menteri kerajaan akan
berprasangka buruk kepadanya karena yang
sudah-sudah banyak menteri yang iri
dengan kedekatan Baginda Raja dan Abu
Nawas bahkan sampai pernah ada yang
mencoba memfitnah dirinya Abu Nawas tak
ingin hal itu terulang kembali
sepertinya aku harus cari cara supaya
bisa bertemu Baginda Raja pikir Abu
Nawas yang sedang termenung di depan
rumahnya
tidak lama kemudian muncullah ide
cemerlang di kepalanya senyuman di wajah
Abu Nawas kini mulai terlihat
seketika itu Abu Nawas segera bergegas
pergi menuju pasar
Setibanya di pasar Abu Nawas mulai
memasuki toko demi toko hampir semua
tokoh yang dia masuki melongo menatap
Abu Nawas sebab Ia hendak menjual
sesuatu yang tidak wajar
apakah tokoh ini menjual agama tanya Abu
Nawas kepada pemilik toko
tentu saja si pemilik toko heran dan
menggelengkan kepalanya sebagai bentuk
ekspresi kalau di toko tersebut 


tidak
menjualnya
kalau di sini tidak menjual agama saya
ingin menjual agama harganya cukup satu
Dinar Apakah kamu berminat tanya Abu
Nawas kembali
kamu sudah sinting ya Abu Nawas jawab si
pemilik toko dengan geram lalu ia pun
mengusir Abu Nawas
Abu Nawas selalu tersenyum manakala dia
dikatain sinting dan diusir
begitulah yang dilakukan Abu Nawas
selama seharian ia menawarkan agamanya
untuk dijual dari toko satu ke toko yang
lain
setelah semua tokoh di pasar telah
dimasukinya kemudian ia berteriak di
tengah-tengah pasar
[Musik]
agama-agama ada yang mau beli agama
akibatnya siang itu pasar menjadi Geger
sesama pedagang di pasar Perkasa kusuk
Dan menganggap Abu Nawas sudah gila
banyak juga yang menuduhnya sudah jadi
atheis yaitu suatu ajaran yang tidak
mempercayai adanya Tuhan
karena undang-undang di negeri itu
melarang ajaran atheis maka orang-orang
di pasar sepakat untuk menangkap 


Abu
Nawas
setelah Abu Nawas berhasil ditangkap ia
langsung diarah ke istana dengan kondisi
tangannya yang terikat hampir saja ia
menjadi bulan-bulanan warga ia nyaris
akan dipukuli namun salah satu warga
langsung mencegahnya
Setibanya di istana kerajaan Abu Nawas
langsung diserahkan kepada prajurit
penjaga pintu istana
Baginda Raja tentu saja kaget melihat
Abu Nawas digiring masa dengan tangan
terikat ketika para warga sudah
membubarkan diri Baginda Raja
memerintahkan kepada para pengawal 


untuk
membawakan Abu Nawas ke hadapannya maka
dibawalah Abu Nawas ke ruang tengah
istana untuk diintrogasi
Kenapa mereka menangkapmu Apakah kamu
kedapatan mabuk lagi tanya Baginda Raja
ampun Paduka yang mulia hamba sudah
bertobat dari perbuatan tersebut
hamba sudah tidak lagi menyentuh minuman
haram jawab Abu Nawas
Lalu kenapa kamu ditangkap tanya Baginda
Raja dengan heran
ampun Paduka yang mulia mereka menangkap
saya karena saya ingin 


menjual agama
saya di pasar jawab Abu Nawas
Baginda Raja sebenarnya juga kaget
mendengar penuturan Abu Nawas tapi dia
pura-pura tenang karena Baginda Raja
Tahu betul watak daripada Abu Nawas
kalau kamu mau jual agamamu sendiri
kenapa mereka marah tanya Baginda Raja
jika saya menjual agama saya sendiri
mereka berpikir saya tak lagi Punya
agama apa duka jika saya tak lagi punya
agama mereka menyimpulkan Saya tak bisa
salat lagi jika saya tak bisa sholat
lagi mereka menyimpulkan berarti saya
tak punya Tuhan jika saya tidak punya
Tuhan mereka berpendapat kalau begitu
saya atheis begitulah cara pengadilan
jalanan berlangsung oleh sebab itulah
saya ditangkap dan digiring ke istana
kata Abu Nawas menjelaskan
Baginda Raja tertegun mendengar
penjelasan Abu Nawas
diam-diam dia Hampir membenarkan 


logika
rakyatnya tapi dia ingin mendengar
sendiri Apa jawaban Abu Nawas atas
tuduhan orang-orang di pasar sebab
Baginda Raja tahu kecerdikan Abu Nawas
makanya Baginda penasaran ingin tahu
jawabannya
begini Abu Nawas saya mencoba pahami
jalan pikiran orang-orang di pasar jika
kamu tak punya agama lagi karena sudah
dijual Bagaimana cara kamu menyembah
Tuhan tanya Baginda Raja
ya saya tinggal masuk ke masjid lalu
menunaikan salat jawab Abu Nawas enteng
loh kok dengan cara salat kok di masjid
Bukankah itu cara orang Islam beribadah
berarti kamu masih punya agama Abu Nawas
padahal kamu sendiri sudah menjual
agamamu Sangga Baginda Raja
kalau begitu Bolehkah saya balik
bertanya Paduka yang mulia menurut
Paduka apa sih sebenarnya agama itu
tanya Abu Nawas
Baginda Raja kemudian menjawab bahwa 


agama adalah seperangkat ajaran yang
datang dari langit yang mengajarkan
seluruh umat manusia untuk selalu
berbuat baik mengganggu orang lain
sekecil apapun adalah perbuatan tidak
baik Jika setiap orang beragama berbuat
baik maka tatanan itu bersama umat
manusia akan baik dengan sendirinya
karena tak seorangpun merasa terganggu
dengan kehadiran orang lain akibat
ajaran agama yang dijalankannya
Baginda Raja mencontohkan rukun Islam
mulai dari syahadat salat puasa zakat
sampai ibadah haji semuanya ditujukan
untuk kebaikan manusia
tujuan salat adalah mencegah pelakunya
dari perbuatan mungkar jika ada orang
salat tapi tingkah lakunya merugikan
orang lain salat yang dia lakukan perlu
dipertanyakan begitu pula dengan puasa
Puasa membuat kita agar kita berempati
pada kaum miskin sedangkan zakat sendiri
sudah pasti kita Salurkan untuk
memberdayakan fakir miskin bahkan
predikat Haji Mabrur berarti haji yang
penuh dengan kebaikan sosial jadi begini
Abu Nawas 


orang beragama Sesungguhnya
orang yang selalu melahirkan kebaikan
untuk orang lain terlebih dalam ajaran
agama Islam kita dilarang memutuskan
silatu Rahmi dengan orang baik apalagi
terhadap sesama muslim setelah Baginda
Raja menjelaskan panjang lebar Abu Nawas
tersenyum penuh bahagia Kalau boleh tahu
apa ancamannya bila memutuskan
silaturahmi sesama saudara Islam tanya
Abu Nawas
orang yang memutuskan silaturahmi sesama
saudara Islam tidak akan diterima amal
ibadahnya dan rahmat Allah tidak 


akan
turun kepada orang yang memutuskan
silaturahmi jawab Baginda Raja semangat
itulah Tujuan saya kemarin Paduka yang
mulia saya sengaja membiarkan warga
menangkap saya supaya saya bisa bertemu
dengan Baginda dengan begitu saya tetap
bisa menjaga silaturahmi dengan Baginda
karena saya tidak ingin amal ibadah saya
tertolak dan saya tidak ingin Allah
berhenti memberikan rahmat kepada saya
balas Abu Nawas
sejenak Baginda Raja terdiam ia mulai
merenungi kata-kata Abu Nawas dan ia pun
mulai menyadari atas kekhilafannya 


Maafkan saya Abu Nawas saya tahu sudah
lama saya tidak mengundangmu ke istana
Terima kasih sudah mengingatkanku ya Abu
Nawas bujar Baginda Raja
Oh iya Abu Nawas ngomong-ngomong Apakah
kamu masih berniat menjual agamamu tanya
Baginda Raja
jualan agama ya menurut Paduka sendiri
siapa sih orang yang pantas disebut
jualan agama ucap Abu Nawas balik
bertanya
Kalau menurut saya orang yang pantas
disebut jualan agama orang yang
memanfaatkan agama untuk kepentingan
pribadinya jawab Baginda Raja
dengan sikap Abu Nawas berkata tepat
sekali Paduka yang mulia seperti halnya
pejabat-pejabat kerajaan ketika ingin
dipilih mendadak bersorban mendadak
masjid-masjid dikunjungi dan salat
berjamaah dengan warga dan dia juga
mengumbar banyak janji semua itu mereka
lakukan hanya untuk 


mencari Simpati agar
mendapat dukungan dari orang-orang Islam
tapi setelah menjabat mereka lupa dengan
semua itu banyak janji-janji yang
diingkari bahkan tidak sedikit yang
malah tertangkap karena korupsi Bukankah
itu yang namanya jualan agama
penjelasan Abu Nawas membuat Raja
berkencah kagum
Baiklah Abu Nawas Hari ini saya mendapat
banyak pelajaran darimu Puji Baginda
Raja kemudian Baginda Raja mengantarkan
Abu Nawas 


keluar istana Tak lama
kemudian ia mendengar Abu Nawas kembali
berteriak
agama-agama dijual murah Siapa yang mau
beli agama hanya satu Dinar saja
mendengar itu Baginda Raja hanya
menggeleng-gelengkan kepalanya dasar Abu
Nawas Sekian dulu perjumpaan kita kali
ini sampai bertemu lagi di kisah
selanjutnya Terima kasih  wassalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *