Cerita Abu Nawas bisa melihat dalam kegelapan

Cerita Abu Nawas  bisa melihat dalam kegelapan

Assalamualaikum semuanya semoga kalian
semua dalam keadaan sehat dan
dilancarkan rezekinya Amin ya robbal
alamin
dikisahkan ada seorang yang mengaku
Sakti berbicara sombong di depan
Abunawas Hei Abunawas aku bisa melihat
kegiatanmu sehari-hari Meskipun aku
sedang berada dalam kamar rumahku kata
orang itu
Abu Nawas tak mau kalah Ia pun berkata
kepadanya aku juga bisa melihat dalam
kegelapan
 AVvXsEiiV5fLmRpzZo7 UOMrTpvxgVt1N WaL5 cekkYOvopwl9sPPQv gxhvcEqcQ9RIxCo8F2mLLtAyLRvb8tGtfRkyqrFeRd42B9gOMebWzTytdnLVqkfnwCtUZxocd91daZ5esd5AmBL9B26slWtdOh6acpWTgya4VrobmnhkOPm22KyJX26Qz Njvh=w640 h360

jadi aku tak perlu Lentera
ketika aku berjalan dimalam hari balas
Abu Nawas Hai tapi aku sama sekali tidak
percaya kepadamu Abunawas buktinya
kemarin malam aku melihatmu berjalan
dengan membawa Lentera kata orang itu
membantah
Oh itu hanya untuk mencegah agar orang
lain tidak menabrakku jawab Abu Nawas
cerita yang kedua di tempat pemukiman
Abunawas tinggal sedang mendirikan
bangunan masjid yang baru para warga
terlihat antusias bergotong-royong ikut
membantu pembangunan masjid tersebut 

Namun sayang pembangunan masjid sempat
terhenti karena kurangnya dana lalu Para
pengurus Masjid mengadakan rapat untuk
membahas masalah kekurangan dana yang
dialaminya
dalam rapat tersebut maka diambillah
keputusan mereka akan meminta sumbangan
kepada orang-orang kaya supaya
pembangunan masjid bisa tetap dan Abu
Nawas yang kalah itu hadir dalam rapat
diberikan tugas untuk ikut membantu
meminta sumbangan
pada keesokan harinya
Pergilah Abunawas menuju rumah besar
milik orang kaya bangunan rumahnya
terlihat tinggi dan mewah setelah Abu
Nawas memasuki gerbang rumah tersebut ia
melihat situan rumah sedang mengintipnya
dari balik jendela
Abunawas lalu mengetuk pintu rumah mewah
itu ternyata yang membukakan pintu
adalah pelayannya 

ada keperluan apa Tuan tanya si pelayan
kepada Abu Nawas Saya ingin meminta
sumbangan untuk masjid jawab Abu Nawas
Oh maaf tuan majikan saya sedang tidak
berada di rumah tutur sang pelayan
Baiklah kalau begitu Meskipun majikanmu
tidak bisa menyumbang Tolong sampaikan
nasehatku kepadanya katakan padanya
Kalau dia mau keluar rumah jangan
tinggalkan wajahnya di jendela nanti ada
yang mencurinya ucap Abu Nawas sambil
meninggalkan rumah tersebut
kisah yang ketiga
suatu ketika di warung tempat Abu Nawas
nongkrong salah satu kawannya
menghampiri Abunawas dan bertanya 

hai Abu Nawas Kenapa sih setiap hari
manusia selalu saja hilir mudik ke sana
ke mari yang dari Barat ke Timur dan
yang dari timur ke barat yang dari desa
ke kota dan yang dari kota ke desa
mendengar pertanyaan seperti itu Abu
Nawas dengan entengnya menjawab
seandainya manusia berjalan satu arah
maka bumi ini akan miring kita semua
nanti akan jatuh ke jurang jawab Abu
Nawas sambil meminum tehnya
Hai kisah yang keempat
diceritakan seorang kerabat yang jauh
mengunjungi rumah Abu Nawas ia membawa
bebek sebagai oleh-olehnya karena
gembira Abu Nawas langsung memasak bebek
tersebut 

Setelah subjeknya matang mereka
berduapun menyantapnya bersama sama
lezatnya masakan sup bebek yang dibuat
oleh Abu Nawas ternyata menyebar ke
telinga orang-orang Hal itu membuat
mereka silih berganti datang ke rumah
Abu Nawas sambil membawa bebek dan benar
saja setiap kali ada tamu yang datang
membawa bebek Abunawas selalu memasaknya
menjadi subyek untuk disantapnya
bersama-sama
lama-kelamaan Abu Nawas merasa kalau
dirinya hanya dimanfaatkan hingga Pada
suatu hari datanglah kamu selanjutnya
sambil membawa bebek lalu oleh Abu Hai
tamu tersebut hanya disuguhi semangkuk
air putih panas
apa ini Abu Nawas 

Mana bebeknya tanya
kamu itu Abu Nawas pun menjawab
sementara kamu makan kuahnya dulu
bebeknya lagi tidur karena kecapaian
balas Abu Nawas cerita yang kelima suatu
hari Abu Nawas membeli lidah sapi di
pasar untuk dimasaknya di rumah di
tengah perjalanan dia berjumpa dengan
kawannya Hai Abu Nawas Apa yang kau bawa
tanya kawannya Oh ini lidah sapi jawab
Abu Nawas
Memangnya kamu bisa memasaknya tanya
kawannya kembali ya dengan cara seadanya
lah jawab Abu Nawas 

Bagaimana kalau aku yang memasaknya
saran kawannya
Oh tidak perlu Tuliskan saja resepnya
agar aku dapat memasaknya sendiri cinta
Abu Nawas maka kawannya tersebut
menuliskan resep pada sebuah kertas dan
diberikannya kepada Abu Nawas senanglah
hati Abu Nawas karena nanti sesampainya
di rumah dia akan memasaknya sesuai
resep yang telah didapatnya
namun tiba-tiba belum juga sampai di
rumah seekor burung gagak terbang rendah
menyambar bungkusan tidak sapi yang
dibawa Abu Nawas 

Abu Nawas pun menjadi
kaget Ia hanya bisa melongo sambil
melihat burung itu terbang semakin
meninggi hai burung Percuma saja engkau
mencuri lidah sapi ku karena resep untuk
memasaknya ada padaku teriak Abu Nawas
sambil dia pamerkan kertas resep itu ke
udara Sekian dulu perjumpaan kita kali
ini sampai bertemu lagi di kisah
selanjutnya Terima kasih 

Wassalamualaikum warahmatullah
wabarakatuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *