Cerita Abu Nawas Abu Jahil Yang Serakah

Assalamualaikum semuanya semoga kalian
semua dalam keadaan sehat dan
dilancarkan rezekinya Amin ya robbal
alamin
dikisahkan di masa musim paceklik
kondisi keuangan rumah tangga Abu Nawas
mengalami kesulitan
jangankan untuk membeli baju untuk
membeli makanan saja Dia tidak punya
uang tentu saja hal ini membuat Abu
Nawas berpikir keras untuk mendapatkan
penghasilan ia sudah berusaha kesana
kemari untuk mencari pekerjaan tapi
belum juga ia dapatkan
wahai suamiku juallah Apa saja yang kita
punya supaya kita bisa beli makanan kata
sang istri menyarankan
kalaupun ada barang yang berharga tentu
aku sudah menjualnya balas Abu Nawas Abu
Nawas 


pun duduk termenung memikirkan
nasibnya yang tengah kesusahan di tengah
kerisaannya tiba-tiba matanya tertuju
pada sebuah lampu miliknya yang lama
sudah tidak terpakai
Mungkinkah Lampu ini akan laku dijual
pikir Abu Nawas
pada akhirnya Abu Nawas pun memutuskan
untuk menjual lampu miliknya berapapun
harganya akan ia serahkan yang penting
bisa untuk membeli makanan
saat ia Tengah membawa Lampunya di
tengah jalan ia berpapasan dengan Abu
Jahal
mau kemana Abu Nawas tanya Abu Jahal
Aku mau ke pasar mau menjual Lampu ini
jawab Abu Nawas sini coba aku lihat
minta Abu jahil
Abu Nawas lalu memberikan lampu tersebut
ini kan lampu 
Putri%20Duyung%20dan%20Lumba lumba%20(8)

antik harganya Pasti
sangat mahal gumam Abu Jahal dalam hati
berapa kau akan menjualnya tanya Abu
Jahal terserah berapa saja yang penting
bisa buat makan hari ini jawab Abu Nawas
sepertinya Abu Nawas memang tidak tahu
kalau lampu miliknya bernilai sangat
tinggi kata Abu Jahal dalam hati Maka
muncul niat jelek di hati Abu Jahal ia
ingin mendapatkan lampu itu dengan harga
yang murah dengan memanfaatkan
ketidaktahuan Abu Nawas begini saja Abu
Nawas Bagaimana kalau aku tukar dengan
sepotong roti rayu Abu jahil apa tidak
terlalu murah Bagaimana kalau dua Potong
Roti Tawar Abu Nawas Lampu ini sudah
terlalu tua Abu Nawas kalau tidak mau ya
udah sahut Abu jahil pura-pura tidak
perduli Ia 


pun lalu berjalan pergi
meninggalkan Abu Nawas tapi dalam hati
Abu Jahal Berencana untuk kembali
menemui Abu Nawas Di keesokan harinya
sementara Abu Nawas pun meneruskan
perjalanannya saat Dia berjalan melewati
depan rumah tuan Hamid Abu Nawas
dipanggil olehnya kebetulan saat itu
Tuan Hamid Tengah berdiri di depan rumah
Hai Abu Nawas mau kemana tanya Tuan
Hamid
mau ke pasar Saya akan menjual Lampu ini
jawab Abu Nawas
Ke sinilah sebentar Barangkali saya
berminat balas Tuan Hamid
Abu Nawas pun menghampiri Tuan Hamid dan
menyerahkan lampu miliknya 


Tuan Hamid lalu mengamatinya dengan
teliti lampu yang dibawa Abu Nawas ini
lampu antik Abu Nawas nilai harganya
tinggi sekali ujar Tuan Hamid
Benarkah berapa kira-kira harganya tanya
Abu Nawas penasaran
ini harganya setara dengan rumahku jawab
Tuan Hamid Tuan Hamid sendiri adalah
saudagar kaya yang rumahnya besar dan
megah
begini saja Abu Nawas saya akan bantu
kamu menjualnya Kebetulan sekali Saya
punya kenalan saudagar kaya yang gemar
mengoleksi barang antik saya akan
tawarkan kepadanya Itupun kalau kamu
tidak keberatan Abu Nawas ucap Tuan
Hamid sama sekali Saya tidak keberatan
Tapi saat ini juga aku sedang 


membutuhkan uang untuk beli makanan Tuan
Hamid ujar Abu Nawas jangan khawatir ini
saya kasih 100 Dinar untuk kebutuhan
keluargamu balas Tuan Hamid sembari
memberikan uangnya
betapa kagetnya Abu Nawas menerima uang
sebanyak itu dengan uang 100 Dinar ia
bisa membeli hidangan enak selama
setahun nanti kurangnya besok saya
berikan kalau lampunya sudah dibayar
tutur Tuan Hamid
Memangnya bisa laku sampai berapa Tanya
Abu Nawas
ya kira-kira sekitar 1000 dinar jawab
Tuan Hamid 


Abu Nawas senang bukan kepalang
mendengarnya Ia pun pulang dengan
membawa uang 100 Dinar sebagai uang muka
uang 100 Dinar yang ia terima segera ia
belanjakan dengan membeli hidangan lezat
hidangan lezat tersebut Lalu ia bawa
pulang untuk anak dan istri-istrinya
keesokan harinya Abu Jahal kembali
mendatangi Abu Nawas ia hendak menawar
lampu yang kemarin hendak dijualnya
namun Betapa kecewanya Abu Jahal saat
mengetahui bahwa lampu antik itu sudah
dijual kepada tuan Hamid ia menyesal
karena bersikap tamat sehingga akhirnya
malah gagal mendapatkan lampu antik yang
sedianya akan dijual kepadanya
kisah selanjutnya
dikisahkan ada tiga pemuda miskin yang
menderita penyakit berbeda-beda
Pemuda pertama menderita penyakit kusta
yaitu suatu penyakit 


dimana seluruh
kulitnya terdapat belang-belang karena
penyakitnya ini masyarakat merasa jijik
hingga si Pemuda dikucilkan oleh para
tetangganya
pemuda yang kedua menderita penyakit
kebotakan rambut di kepalanya satu
persatu rontok hingga tak tersisa bahkan
di kepalanya yang botak muncul koreng
yang menjijikan akibat penyakitnya ini
ia sering diejek oleh kawan-kawan
sebayanya sehingga membuat si Pemuda
minder untuk bergaul
sedangkan pemuda yang ketiga menderita
penyakit kebutaan pada matanya meski
demikian Pemuda ketiga ini tidak
menyesali nasibnya Ia tetap tekun
beribadah dan senantiasa bersyukur
hingga pada suatu 


ketika Allah mengutus
salah satu malaikatnya untuk mendatangi
ketiga pemuda tersebut
pertama-tama sang malaikat mendatangi
pemuda yang menderita penyakit kusta
wahai anak muda Adakah sesuatu yang
paling kau inginkan tanya sang malaikat
Saya ingin punya rupa yang elok dan juga
kulit yang indah dan penyakit yang
membuat orang jijik kepadaku hilang dari
tubuhku jawab si pemuda maka sang
malaikat mengusap kulit Pemuda tersebut
tiba-tiba si Pemuda menjadi berubah
kulitnya yang dulu menjijikan kini
menjadi mulus dan wajahnya menjadi 


Elok
rupawan si pemuda merasa sangat bahagia
dengan keadaannya yang sekarang Ia pun
beberapa kali mengucapkan terima kasih
kepada sang malaikat
sebelum aku pergi harta apakah yang
paling Kau sukai tanya sang malaikat
Saya suka dengan hewan unta jawab si
pemuda maka malaikat memberikan unta
yang sedang mengandung 10 bulan dan
mendoakan pemuda yang berpenyakit kusta
tersebut
kemudian malaikat mendatangi Pemuda
kedua yang menderita penyakit kebotakan
wahai anak muda Adakah sesuatu yang
paling kau inginkan tanya sang malaikat
Saya ingin punya rambut yang indah dan
penyakit yang membuat orang-orang jijik
kepadaku hilang dari kepalaku jawab si
pemuda
maka sang malaikat mengusap kepala
Pemuda tersebut tiba-tiba si Pemuda
menjadi berubah kepalanya yang dulu
Botak dan menjijikan kini tumbuh rambut
yang bagus dan indah dan wajahnya pun
menjadi Elok rupawan si pemuda merasa
sangat bahagia dengan keadaannya yang
sekarang Ia pun beberapa kali
mengucapkan terima kasih kepada sang
malaikat
sebelum aku pergi harta 


apakah yang
paling Kau sukai tanya sang malaikat Aku
suka dengan hewan sapi jawab si pemuda
maka malaikat memberikan sapi yang
sedang mengandung 10 bulan dan mendoakan
pemuda yang berpenyakit kebotakan
tersebut
kemudian malaikat mendatangi Pemuda
ketiga yang menderita kebutaan pada
matanya
wahai anak muda Adakah sesuatu yang
paling kau inginkan tanya sang malaikat
Saya ingin kedua mataku bisa melihat
agar aku bisa melihat indahnya dunia
jawab si Pemuda
maka sang malaikat mengusap kedua mata
Pemuda tersebut
tiba-tiba kedua mata Pemuda menjadi
berubah matanya yang dulu buta kini bisa
melihat dan wajahnya pun menjadi Elok
rupawan si pemuda merasa sangat bahagia
dengan keadaannya yang saat ini ia pun
beberapa kali mengucapkan terima kasih
kepada sang malaikat
sebelum aku pergi 


harta apakah yang
paling Kau sukai tanya sang malaikat
Aku suka dengan hewan kambing jawab si
pemuda maka malaikat memberikan kambing
yang sedang mengandung 10 bulan dan
mendoakan pemuda yang berpenyakit
kebutaan tersebut
singkat cerita beberapa tahun kemudian
binatang pemberian malaikat yang mereka
terima dikelola dengan baik sehingga
berkembang biak sangat pesat kini
kondisi ketiga pemuda tersebut menjadi
Pemuda gagah dan kaya raya di daerahnya
untuk kedua kalinya Allah kembali
mengutus salah satu malaikatnya menguji
ketika Pemuda tersebut
pertama-tama sang malaikat mendatangi
pemuda yang dulunya menderita penyakit
kusta
sang malaikat Menyama sebagai lelaki
yang menderita penyakit kusta
wahai Tuan tolonglah aku Aku adalah
seorang musafir yang kehabisan bekal Aku
tidak mempunyai tempat untuk mengadu
kecuali kepada Allah dan kepada dirimu 


Aku meminta kepada Tuhan satu ekor unta
saja untuk bekal melanjutkan
perjalananku ini pinta sang malaikat
lantas Apa jawaban Pemuda pertama ini ia
justru menolak dan mengusir sang
malaikat
dengar Saya masih punya tanggungan
banyak Pergilah kamu dari sini bentak si
Pemuda kemudian malaikat kembali berkata
sepertinya aku mengenalmu Bukankah kamu
dulu seorang pemuda miskin yang
menderita penyakit kusta di mana waktu
itu orang-orang jijik melihatmu Lalu
Allah menyembuhkan penyakitmu dan
memberimu kekayaan kata sang malaikat
mengingatkan
Hei dengar ya harta kekayaanku ini
adalah warisan dari orang tuaku jawab si
Pemuda bertambah kesal
sekiranya kamu berdusta Allah akan
menjadikan kamu seperti dulu Balas sang
malaikat
Ia pun lalu pergi meninggalkan Pemuda
pertama kemudian sang malaikat
mendatangi Pemuda kedua yang dulunya
menderita penyakit 


kebotakan dengan
menyamar sebagai pemuda yang menderita
kebotakan malaikat itu berkata kepada
pemuda kedua
wahai Tuan tolonglah aku Aku adalah
seorang musafir yang kehabisan bekal Aku
tidak mempunyai tempat untuk mengadu
kecuali kepada Allah dan kepada dirimu
Aku meminta kepada tuan seekor sapi saja
untuk bekal melanjutkan perjalananku ini
pinta sang malaikat
Pemuda kedua juga bersikap sama seperti
pemuda yang pertama ia menolak dan
mengusir sang malaikat
baik dengar ya saya masih punya
tanggungan banyak Pergilah kamu dari
sini bentak Pemuda Kedua sang malaikat
pun kembali berkata
sepertinya aku mengenalmu Bukankah kamu
dulu seorang pemuda miskin yang
menderita penyakit kebotakan dimana
waktu itu orang-orang jijik melihatmu
Lalu Allah menyembuhkan penyakitmu dan
memberimu kekayaan kata sang malaikat
mengingatkan
Hai dengar ya harta kekayaanku ini 


adalah warisan dari orang tuaku jawab
pemuda kedua dengan kesal
sekiranya kamu berdusta Allah akan
menjadikan kamu seperti dulu Balas sang
malaikat
Ia pun lalu pergi meninggalkan Pemuda
Kedua terakhir sang malaikat mendatangi
Pemuda ketiga yang dulunya menderita
penyakit kebutaan pada matanya dengan
menyamar sebagai lelaki yang buta
malaikat itu berkata kepada pemuda
ketiga
wahai Tuan tolonglah aku Aku adalah
seorang musafir yang kehabisan bekal Aku
tidak mempunyai tempat untuk mengadu
selain kepada Allah dan kepada dirimu
Aku meminta kepada Tuhan seekor kambing
saja untuk bekal melanjutkan
perjalananku ini minta sang malaikat
dengan lemah lembutnya Pemuda ketiga ini
berkata aku dulunya adalah pemuda miskin
yang buta Lalu Allah telah
menyembuhkanku bahkan Allah memberikanku
harta kekayaan yang berlimpah Silahkan
masuk dan ambillah yang kau suka demi
Allah 


aku tidak akan mencegah dan
mengungkit kembali pemberianku padamu
karena Allah jawab pemuda ketiga
mendengar jawaban ini sang malaikat
berkata
jagalah hartamu Sesungguhnya kamu telah
diuji oleh Allah Allah pun telah
meridaimu tapi Allah membenci dua orang
sahabatmu jawab sang malaikat
Seiring berjalannya waktu kedua pemuda
yang mengusir malaikat kehidupannya
kembali seperti sedia kala mereka berdua
kembali menderita 


penyakitnya
masing-masing dan semua harta
kekayaannya ludes tak tersisa sehingga
mereka berdua kembali dikucilkan oleh
masyarakat
kisah ini terdapat dalam kitab shahih
Bukhari dan Muslim Dari Abu Hurairah
dari Rasulullah Shallallahu Alaihi
Wasallam
kisah selanjutnya
Abu Nawas memang dikenal memiliki
kecerdasan dan kecerdikan ia juga sering
membantu menyelesaikan masalah
orang-orang di sekitarnya namun sungguh
berbeda di kehidupan rumah tangganya Abu
Nawas mungkin dapat dikategorikan
sebagai seorang suami yang takut pada
istrinya Bagaimana tidak karena hampir
setiap hari Abu Nawas diomelin oleh
istrinya itu 


lantaran perilaku Abu Nawas
sendiri yang sering pulang larut malam
karena sikapnya yang sudah kelewatan itu
istrinya menjadi sangat jengkel
meskipun seringkali diomelin Abu Nawas
tetap saja tidak berubah ia masih saja
sering pulang larut malam dan untuk
menghindari amukan istrinya setiap kali
pulang malam Abu Nawas memasuki rumah
melalui jendela
hingga akhirnya sang istri Berencana
untuk membuat Jera Abu Nawas ia tidak
akan lagi mengomelinya namun langsung
memukulinya pakai tongkat 


kayu sang
istri berharap dengan cara itu Abu Nawas
menjadi kapok
singkat cerita di malam yang larut Abu
Nawas belum pulang ke rumah sang istri
tahu kalau Abu Nawas pasti akan masuk
rumah dengan cara menyelinap lewat
jendela Ia pun sudah menunggu Abu Nawas
dengan memegang pentungan kayu sang
istri akan berpura-pura menyangka Abu
Nawas sebagai pencuri karena masuk rumah
lewat jendela dan untuk melancarkan
aksinya itu sang istri sengaja mematikan
semua lampu rumahnya waktu semakin larut
namun Abu Nawas belum juga 


pulang sang
istri yang sudah mengantuk itu tiba-tiba
dikejutkan dengan suara yang datang dari
Bali jendela rumahnya Nah itu dia sudah
pulang geram sang istri
padahal yang mencoba memasuki rumahnya
lewat jendela adalah seorang pencuri
sang istri menduga jika yang datang
adalah Abu Nawas dengan membawa di
tangannya Ia pun langsung bergegas
mendekati jendela dan bersiap untuk
memukulnya
dari balik jendela pencuri itu mulai
memasuki rumah Abu Nawas tanpa ingin
berlama-lama sang istri langsung
melayangkan pentungan ke arah Si Pencuri
hingga pencuri itu jatuh tersungkur 


ke
lantai
ampun ampun teriak Si Pencuri namun
istri Abu Nawas tetap saja memukulinya
dengan bendungan
setelah beberapa saat istrinya mulai
tersadar ia merasa suara minta ampun
orang yang dibentuknya bukanlah suara
suaminya karena merasa penasaran
akhirnya sang istri menghidupkan lagi
lampu rumahnya sehingga tampak jelas
bahwa orang tersebut memang bukanlah
suaminya melainkan orang lain yang
hendak mencuri di rumahnya si pencuri
terlihat pingsan dan penuh luka lebam
akibat pentungan Istri Abu Nawas
sontak sang istri langsung berteriak
tidak karuan meminta tolong tolong ada
pencuri
teriakan 


Istri Abu Nawas ternyata
membangunkan warga sekitar mereka
langsung bergegas menuju rumah Abu Nawas
dengan cepat
Setibanya di rumah Abu Nawas para warga
melihat Si Pencuri sudah pingsan dalam
keadaan babak belur Mereka pun kagum
dengan keberanian Istri Abu Nawas
Maaf aku tidak bermaksud menyakitinya
apalagi Sampai separah ini aku sudah
keliru kata istri Abu Nawas kepada warga
yang datang
keliru keliru bagaimana maksudnya tanya
salah Seorang warga heran Tadi ia masuk
melalui jendela aku kira itu suamiku
yang sering pulang malam Makanya
langsung saya pentung nggak tahunya itu
pencuri beneran jelas Istri Abu Nawas
tidak lama kemudian Abu Nawas pun pulang
ia kaget wajahnya menjadi pucat melihat
banyak orang di rumahnya dirinya
khawatir telah terjadi sesuatu kepada
istrinya Ia pun langsung berlari
mendekati kerumunan warga di rumahnya
kemudian ada salah Seorang warga yang
menceritakan kejadian sebenarnya
wajah Abu Nawas 


yang semula pucat
berubah menjadi tersenyum ia kemudian
berkata
Untung saja aku pulang lebih telat Kalau
tidak aku yang akan mengalami nasib sial
itu ujar Abu Nawas merasa bahagia namun
demikian Abu Nawas sangat memuji
keberanian istrinya meski Si Pencuri
dikiranya adalah dirinya yang sering
pulang malam lewat jendela
kisah selanjutnya
seperti biasa kalau tidak ada undangan
ke istana Abu Nawas menghabiskan
waktunya di kedai teh kepunyaan Pak
Hamid karena di sanalah ia bisa tahu
berita hangat yang sedang beredar di
masyarakat dari sesama kawan
tongkrongannya 


Pada suatu hari saat Abu Nawas sedang
nongkrong di Warung Pak Hamid datanglah
beberapa kawannya menemani Abu Nawas
kemudian salah satu kawannya berkata
kepadanya
Abu Nawas aku ada tantangan untukmu
Apakah kamu berani ucap kawannya
dengan entengnya Abu Nawas menjawab
tentu saja saya berani Tantangan apa
yang akan kalian berikan banyak Abu
Nawas
begini Abu Nawas tantangannya adalah
Kalau kamu bisa mengencingi warung pak
Hamid maka kami akan 


memberikanmu hadiah
tapi syaratnya saat kamu mengencingi
seisi ruangan warungnya Pak Hamid harus
tertawa Kalau Pak Hamid sampai jengkel
berarti kamu telah gagal ujar
kawan-kawannya
Waduh tantangan yang sangat beresiko
mengingat pak Hamid terkenal sangat
kalah kata Abu Nawas dalam hati
Ia pun lantas berpikir sejenak Tak lama
kemudian Abu Nawas kembali berkata
[Musik]
begini kawan-kawan karena tantangannya
sangat beresiko berapa hadiah yang akan
kalian berikan kalau aku berhasil
melakukannya tanya Abu Nawas
kawan-kawannya menjawab Kami akan
memberikanmu Hadiah uang seribu dinar
seribu dinar uang yang cukup banyak
tanpa pikir panjang Abu Nawas pun
menerima tantangan kawan-kawannya itu
Baiklah saya terima tantangan kalian
tapi saya minta bayarannya sekarang ucap
Abu Nawas
Mereka pun segera memberikan Abu Nawas
uang seribu dinar
kalian tunggu di sini sebentar aku akan
masuk ke dalam warung pak Hamid kata Abu
Nawas Abu Nawas 


lalu beranjak dari
tempat duduknya dan berjalan masuk ke
dalam warung pak Hamid
Menurut kalian apakah Abu Nawas bisa
berhasil
pahami kan orangnya sangat galak tanya
salah satu kawannya
kita lihat saja Nanti kalaupun gagal si
Abu Nawas bisa-bisa digebukin pakai kayu
sampai pingsan sahut kawan lainnya
Sambil tertawa
tidak lama kemudian terdengar suara tawa
pak Hamid begitu keras karena penasaran
kawan-kawannya Abu Nawas segera menengok
ke dalam warung pak Hamid
betapa kagetnya mereka ketika melihat
Abu Nawas sedang mengencingi seluruh
ruangan warung pak Hamid sedangkan Pak
Hamid sendiri malah tertawa
terpingkal-pingkal melihat ulah Abu
Nawas
Bagaimana mungkin ini bisa terjadi ucap
salah satu dari mereka heran Abu Nawas
pasti pakai ilmu sihir nih Timpal kawan
lainnya
setelah Abu Nawas berhasil menjalankan
tantangannya Ia pun segera meninggalkan
warung pak Hamid dan pulang ke rumahnya
dengan membawa Hadiah uang
salah satu kawannya Yang penasaran
dengan kejadian tadi langsung menyusul
Abu Nawas Hei Abu Nawas 


Tunggu dulu
teriaknya sambil berlari ke arah Abu
Nawas
Abu Nawas pun menghentikan langkahnya
Ada apa lagi kan tantangannya sudah
berhasil aku lakukan tutur Abu Nawas
Iya benar Tapi saya heran Abu Nawas
Bagaimana cara kamu melakukannya padahal
pahami kan sangat galak tapi kamu
berhasil mengencingi hampir seisi
ruangan warungnya dan ia sama sekali
tidak marah Malah ia tertawa
terpingkal-pingkal banyak kawannya
penasaran
Oh itu sih gampang balas Abu Nawas saat
aku menemui pak Hamid di dalam warungnya
aku menantang dia sebuah permainan
dengan hadiah 500 Dinar tentu saja
pahami tertarik
permainannya adalah Barang siapa yang
paling banyak memasukkan air kencing ke
dalam gelas di hadapannya maka dialah
pemenangnya lalu saya dan pahami menaruh
gelas di hadapannya masing-masing
giliran pertama adalah pak Hamid ia
kencing fokus 


ke arah gelas di
hadapannya tentu saja gelasnya terisi
banyak oleh air kencing lalu tibalah
Giliran saya saya kencing kesana kemari
tak tentu arah hampir seisi ruangan saya
kencingi kecuali gelas yang ada di
hadapanku melihat hal itu pahami pun
tertawa terpingkal-pingkal karena ia
merasa bakal memenangkan lomba dan
mendapatkan hadiah 500 Dinar dan memang
kenyataannya Pak hamidlah pemenangnya
lalu aku berikan dia 500 Dinar sedangkan
sisa 500 dinarnya lagi aku bawa pulang
kata Abu Nawas menjelaskan
Oalah otakmu memang cerdik Abu Nawas
ucap kawannya sambil geleng-geleng
kepala
Sekian dulu perjumpaan kita kali ini
sampai bertemu lagi di kisah selanjutnya
Terima kasih yang sudah subscribe dan
setia menonton channel ini
wassalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *