CARA BUDIDAYA UDANG VANNAMEI


AVvXsEhQiurysByWw3PXBCrG9GjG7yfrM znvM8lGBmVuzNvqexri3I7O4eTo1G8wPqs x3vvDi eUEOpd4sMlug47q6Jv5WOpylO3j bnuJwWIoaSYv0V2R81OIsma9ufrZPjZBMapNJjOZF9ppr8aH2V APQJP9xDBjIOEfx0uHHMrA7rTyGGU3 iuMOOgjbn5
CARA BUDIDAYA UDANG VANNAMEI

Di Indonesia banyak yang memelihara atau membudidayakan Udang vannamei dimana merupakan salah satu jenis udang Penaid yang bernilai ekonomis sangat penting. Dimana udang vannamei adalah asli dari pantai Amerika Latin, akan tetapi dapat dapat dibudidayakan di daerah tropis, seperti halnya di negara kita ini Indonesia.

 
          Ada beberapa persyaratan untuk membudidayakan udang vannamei, biar kualitas dan dapat tumbuh dengan baik, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan yaitu.
—   Persyaratan untuk budidayanya adalah sebagai berikut ini :
•   Lokasinya berada pada daerah sepanjang pantai dengan suhu rata-rata 26-28¬0C.
•   Daerah pasang surut dengan fluktuasi pasang surut 2-3 meter.
•   Parameter kimianya : pH 7,5-8,5; D0 4-8 ppm; amonia (NH3) < 0,1 ppm; H2S < 0,1 ppm; nitrat 200 ppm; dan Nitrit 0,5 ppm.
•   Tanah bertekstur liat atau liat berpasir, karena dapat menahan air.
•   Parameter fisik : suhu 26-300C; salinitas 15-30 ppt; kecerahan air 25-30 cm.
•   Tekstur tanah dasar terdiri dari lumpur liat berdebu atau lumpur berpasir, dengan kandungan pasir tidak lebih dari 20%.
          Sedangkan yang harus dipersiapkan dalam persiapan tambaknya sebagai berikut :
—   Pengeringan tanah dasar tambak, pembalikan tanah dasar, perbaikan dan pengekedapan pematang, pemberantasan hama, pengaturan serta perbaikan pintu air.
—   Air yang digunakan untuk kegiatan budidaya udang vannamei adalah air yang sudah diperbaiki kualitasnya melalui petak pengendapan dan biofilter. Untuk mencegah masuknya ikan-ikan liar dan crustacea lain dilakukan penyaringan air dengan saringan kasa dengan mesh size 0,5 — 1,0 mm. Untuk menumbuhkan plankton dilakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk anorganik (urea dan TSP).
—   Penebaran benih dilakukan pada pagi hari pada saat suhu masih rendah secara perlahan-lahan atau melalui proses adaptasi terhadap suhu dan salinitas. Padat tebar adalah 7 ekor/m2 dengan ukuran benih yang ditebar PL13.
—   Cara pemberian pakan untuk mempercepat proses tumbuhnya udang yang dipelihara, maka diberikan pakan buatan yang disesuaikan dengan ukuran, umur pemeliharaan serta diet pakan karena makanannya juga harus di batasi jangan berlebihan. Selain itu, juga bisa diberikan pakan segar sebanyak 2 kg setiap aplikasi dan diberikan selama dua hari sebelum tebar hingga sampai dua hari setelah tebar. Bisa juga selain pakan segar, juga bisa diberikan feed additive berupa vitamin C yang dicampur dengan pakan buatan dengan dosis 2 gr/kg pakan, dan diikat dengan atractant (minyak cumi-cumi). Yang terpenting kebutuhan pakannya harus diperhatikan agar dapat tumbuh dengan baik dan dapat hasil yang memuaskan dan menguntungkan.
—   Dimana panen dapat dilakukan setelah udang mencapai ukuran rata-rata 10 gram/ekor atau berumur sekitar 60-90 hari dalam tambak. Bahan dan alat yang digunakan dalam pemanenan adalah jaring kantong dan jala tebar. Agar untuk mengurangi kerusakan atau resiko kemunduran mutu udang, maka panen dilakukan pada malam hari atau suhu rendah.
          Nilai ekonomis yang dapat dihasilkan adalah:
Udang vannamei memiliki beberapa keunggulan antara lain responsif terhadap pakan yang diberikan atau nafsu makan yang tinggi, lebih tahan terhadap serangan penyakit dan lingkungan yang kurang baik. Udang vannamei juga memiliki pasaran yang pesat di tingkat internasional. Bahkan udang vannamei sudah laku dijual pada saat berukuran 7,0 – 10,0 g/ekor atau pada saat udang berumur sekitar 60 hari di tambak.

 

          Udang vannamei membutuhkan pakan dengan kandungan protein 25-30%, lebih rendah ketimbang udang windu. Selain itu efisiensi pakannya lebih baik, dengan FCR 1:1,2 pada budidaya udang vannamei secara intensif, sedangkan FCR udang windu 1:1,6. Oleh sebab itu, dengan pertumbuhan yang lebih cepat dan sintasan yang lebih tinggi, maka biaya produksi udang vannamei lebih rendah hingga 25-30% dari pada udang windu. Di Daerah ku sendiri lebih banyak yang memelihara atau membudidayakan Udang vannamei daripada udang windu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *