CARA BUDIDAYA IKAN NILA

5

CARA BUDIDAYA IKAN NILA

 

Jenis-Jenis Ikan Nila

          Kalian pasti taukan ikan nilai itu seperti apa?…..
Nah tau gak ikan nila saat ini ada terdapat 3 jenis yaitu : Nila merah (Oreochromis sp), nila biasa (Oreochromis nilotica), nila giff (Oreochromis sp).
 Ikan nila merupakan ikan yang berasal dari keluarga atau jenis Cichlidae yang sanggup hidup di daerah yang berada 0–1000 m dpl. Dibandingkan dengan nila biasa, ikan nila merah memiliki pertumbuhan yang pesat. Ikan nila merah, populer dengan nama Ikan nirah. Dimana Ikan nila merah ini pertama kali didatangkan oleh Balai Penelitian Perikanan Air Tawar sekitar awal tahun 1981. Saat ini, ikan nila ini sangat populer dikembangkan di masyarakat.

 

 

A.   Teknik Budidaya Ikan Nila

          Ikan nila itu dapat dibudidayakan dalam berbagai metode pembudidayaan seperti Di kolam tanah, Karamba, jaring apung, kolam semen, tambak, dan lain-lain.
          Teknik budidaya ikan nila kali ini yang akan ku bahas dalam artikel ini adalah pemeliharaan ikan nila dalam karamba. Oleh karena itu simak atau baca baik-baik.

 

B.   Persyaratan Budidaya Ikan Nila

•   Suhu perairan yang optimal untuk pertumbuhan ikan nila adalah 25–30 oC bahkan masih dapat hidup dengan baik pada suhu 15,5–39 oC.
   Ikan Nila dapat hidup dimana-mana, baik didataran rendah ataupun di pegunungan, di air payau maupun di air tawar.
•   Ikan yang berasal dari keluarga Cichlidae yang sanggup hidup di daerah yang berada 0–1000 m dpl.

C.   Penempatan Karamba Ikan Nila

          Sama halnya dengan pembuatan kolam atau tambak, pemasangan dan pembuatan karamba pun tidak luput dari berbagai persyaratan diantaranya : faktor ekonomi yaitu tidak jauh dari tempat pemasaran dan mudah dijangkau transportasi, faktor keamanan yaitu harus terhindar dari berbagai macam gangguan baik dari manusia atau pencurian maupun dari hewan lain, faktor sosiologi yaitu keadaan masyarakat, kondisi perairan yaitu yang bebas dari polutan dengan sumber air yang cukup sepanjang tahun.

D.   Pembuatan Karamba

          Disaat pembuatan karamba yang harus diperhatikan sebagai berikut :
1.   Karamba terendam sebagian (jaring apung)
—   Menempatkan pada perairan yang dikehendaki
—   Membuat kerangka kemudian memasang kisi-kisi
—   Memasang pelampung
2.   Karamba pagar
Seperti yang sering kita lihat, tepian danau dan sungai-sungai di Indonesia merupakan daerah pemukiman. Umumnya mereka yang tinggal di sepanjang sungai, seperti yang ada di daerah tempat tinggalku, sehingga bagian bawah rumah mereka selalu digenangi oleh air, ini dapat dimanfaatkan untuk memelihara ikan dengan cara memagari bagian bawah rumah mereka.
3.   Karamba terendam keseluruhan
—   Menyediakan bahan seperti kayu, bambu, balok.
—   Sebelumnya membersihkan tempat yang akan ditempati karamba terlebih dahulu
—   Menggali dasar saluran sedalam 10–20 cm dan lebar disesuaikan dengan ukuran karamba yang akan dibuat.
—   Memasang kerangka, kemudian membuat kisi-kisi dengan jarak 0,5 sampai 2 cm.

E.   Penebaran Benih Ikan Nila

          Benih ikan nila yang digunakan untuk pemeliharaan dalam karamba adalah yang berukuran minimal 20 g/ekor dengan padat penebaran 20 kg/m kubik atau setara dengan 500 ekor/m kubik.

F.   Cara Pemberian Makanan Ikan Nila

          Yang harus diperhatikan dalam pemberian makanan ikan nila adalah sebagai berikut :
•   Jumlah pemberian makanan setiap hari 3 sampai 6 kali.
•   Pemberian makanan tambahan mutlak dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan ikan. Bahan yang lazim digunakan sebagai bahan makanan tambahan adalah dedek halus, jagung, bungkil kelapa, daun tales-talesan, daun singkong atau daun kangkung, bahkan bisa pakai sayuran misalnya kol, sawi ijo ataupun sawi putih, dan beras menir.
•   Pemberian pakan dapat dilakukan dengan di tebar secara langsung atau dengan menggunakan alat.
•   Perubahan jumlah pakan dapat dilakukan setiap 15 hari sekali.

G.   Panen Ikan Nila

—   Panen dapat dilakukan secara sebagian atau panen total secara keseluruhan.
—   Panen dapat dilakukan setelah pemeliharaan 3–4 bulan dimana sudah mencapai ukuran 200–300 g/ekor.

 

~   Nilai Ekonomi Ikan Nila Adalah

          Tahun-tahun terakhir ini, ikan nila khususnya jenis ikan nila merah mulai diekspor ke Singapura dan Jepang. Sejak digandrungi atau disukai oleh negara tetangga tersebut, kini ikan nila naik pamornya menjadi ikan budidaya nomor dua setelah ikan karper atau ikan mas.
          Bahkan ikan nila lebih banyak yang menyukainya karena dagingnya yang enak, gurih dan yang menyebabkan lebih disukai karena tidak banyak tulang pada dagingnya sehingga lebih aman dikonsumsi tanpa harus takut kita ketulangan.
          Demikianlah uraian tentang Ikan yang sepupuan dengan ikan mujair, punya kemiripan namun beda jenis. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih, jangan pernah bosan untuk membaca.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *